Hasil ini memperpanjang tren negatif Setan Merah di kompetisi Eropa musim ini. Tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan.
Mourinho mendapat kartu merah dari wasit Clement Turpin setelah mengajukan protes keras terkait keputusan penalti di pertengahan babak kedua.
Pelatih berusia 61 tahun itu kemudian menyaksikan sisa pertandingan dari tribun penonton.
Momen ini terjadi sesaat setelah Youssef En-Nesyri mencetak gol penyeimbang bagi Fenerbahce dengan sundulan tajam yang tak mampu dihalau Andre Onana, kiper Manchester United.
Sebelumnya, Onana sempat melakukan dua penyelamatan gemilang di babak pertama untuk menggagalkan usaha En-Nesyri.
Pertahanan Manchester United tampak rapuh sepanjang laga, terutama setelah unggul melalui gol cepat Christian Eriksen di menit ke-15.
Gelandang Denmark tersebut sukses memanfaatkan serangan balik cepat, dan mencetak gol pembuka bagi Manchester United yang pernah dilatih Mourinho.
Namun, setelah gol tersebut, United lebih banyak tertekan dan gagal mempertahankan keunggulan.
Dengan hasil imbang ini, Manchester United belum meraih kemenangan di Liga Europa musim ini setelah sebelumnya bermain imbang melawan FC Twente dan Porto.
Terakhir kali MU meraih kemenangan di kompetisi Eropa adalah setahun lalu, dengan skor tipis 1-0 melawan Kopenhagen di Old Trafford.
Setelah pertandingan, Jose Mourinho memberikan komentar yang menggambarkan gaya khasnya.
Berbicara kepada TNT Sports, Mourinho dengan ironis memuji Clement Turpin, menyebutnya sebagai "wasit terbaik di dunia."
"Saya tidak ingin membicarakannya. (Setelah pertandingan) wasit mengatakan sesuatu yang luar biasa kepada saya. Dia bilang bahwa dia bisa melihat aksi di kotak penalti dan perilaku saya di pinggir lapangan pada saat yang bersamaan. Saya mengucapkan selamat kepadanya karena dia benar-benar luar biasa. Saat pertandingan berjalan cepat, 100 mil per jam, dia bisa melihat situasi penalti dengan satu mata dan perilaku saya di bangku cadangan dengan mata yang lain."
"Itulah mengapa dia salah satu wasit terbaik di dunia!" ujar Mourinho seperti dilansir dari The Independent.(*)
Editor : Heri Sugiarto