Pada pertandingan yang berlangsung ketat ini, Raphinha lebih dulu membuka skor untuk Brasil melalui tendangan bebas spektakuler di pengujung babak pertama.
Namun, Venezuela tak tinggal diam. Telasco Segovia berhasil menyamakan kedudukan, membuat laga semakin panas.
Brasil sebenarnya punya kesempatan emas untuk mencuri kemenangan.
Vinicius Junior yang bermain untuk Real Madrid, mendapatkan penalti setelah dijatuhkan di dalam kotak penalti.
Namun, kesempatannya terbuang percuma. Tendangan penalti pemain berusia 23 tahun itu berhasil ditepis oleh kiper Venezuela, Romo, dan ia pun gagal memanfaatkan peluang kedua dari bola rebound.
Dengan hasil ini, Brasil harus puas bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 17 poin, terpaut lima poin dari Argentina yang memimpin.
Venezuela berada di posisi ketujuh dengan 12 poin dan masih berada di zona playoff kualifikasi Piala Dunia.
Sindiran dari Suporter
Dalam laga ini, pendukung Venezuela juga sempat melontarkan sindiran kepada Vinicius Junior terkait kekalahannya dalam perebutan Ballon d'Or.
Para suporter memasang spanduk bertuliskan "Vini Jr. Ballon d'Or. Indiscutible" sebagai lelucon.
Vinicius, yang awalnya dijagokan meraih Ballon d'Or, urung datang ke acara tersebut setelah mengetahui penghargaan tersebut jatuh ke tangan pemain Spanyol, Rodri.
Sistem Penyiram Lapangan Aktif
Di penghujung laga, ketika Brasil terus menekan pertahanan Venezuela, sistem air penyiraman stadion tiba-tiba menyala, memicu kekesalan tim Brasil.
Vinicius Junior, yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti, juga tidak bisa menahan emosinya.
Dia bersama para pemain lain dan bangku cadangan Brasil, melontarkan protes keras kepada panitia pertandingan.
Bahkan, asisten pelatih Dorival Junior menerima kartu merah dari wasit Andres Rojas akibat insiden ini.
Setelah pertandingan, Vinicius meluapkan kekesalannya dengan berteriak, “Ini semua salahmu!” yang ditujukan kepada staf panitia pertandingan.
Raphinha, rekan setimnya, turut menunjukkan rasa frustrasinya dengan menyebut situasi ini memalukan.(*)
Editor : Heri Sugiarto