Pada hari pembukaan, ada pula pertunjukan dari 100 ahli pencak silat Indonesia, yang merayakan seni bela diri yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019.
Tim Indonesia memimpin perolehan medali dengan 11 emas, 7 perak, dan 5 perunggu di ajang senior, diikuti oleh Vietnam dan Malaysia. Di kategori junior, Indonesia juga menjadi juara umum dengan 11 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Kompetisi World Pencak Silat Championship ke-20 dan Junior World Pencak Silat Championship ke-5 di Abu Dhabi berlangsung dari 18 hingga 23 Desember 2024 di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC).
Pertandingan ini menghadirkan lebih dari 1.100 peserta, termasuk atlet, pelatih, dan pejabat dari lebih dari 55 negara. Pertandingan mencakup berbagai disiplin, termasuk performa seni dan pertandingan yang diadili berdasarkan kriteria yang ketat.
Dua atlet pencak silat asal Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Muhammad Wildan dan Nouval Zaid Fernando, berkontribusi besar dalam kemenangan Indonesia.
Muhammad Wildan meraih medali emas di Kelas E Putra setelah mengalahkan lawannya dari Thailand, Natdanai Keangkaew, dalam pertandingan yang sengit dan penuh determinasi. Nouval Zaid Fernando meraih medali perak di kategori Kelas G Putra kelompok remaja.
Prestasi ini menegaskan dominasi Indonesia dalam dunia pencak silat baik di level senior maupun junior. Salah satu momen penting dalam penutupan acara adalah prosesi pengembalian mandat kejuaraan yang dilambangkan dengan keris Pencak Silat.
Mandat diserahkan oleh Grand Master Coach Heru Prasetya Tantra kepada Ketua Panitia, Mr. Roy Z. Kamsanee, yang kemudian mengembalikannya kepada Sekretaris Jenderal Persilat, Mr. Teddy Suratmadji, sebagai simbol penutupan resmi kejuaraan.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, yang juga menjabat sebagai Deputi Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa), secara resmi menutup acara dan menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden berharap agar kejuaraan ini dapat memperkuat ikatan persaudaraan antarnegara dan menginspirasi generasi penerus untuk meneruskan legasi tradisi luhur dari Pencak Silat. (*)
Editor : Adetio Purtama