Wanita kelahiran Jakarta 7 April 1992, sejak dari muda hingga kini, Irene telah menunjukkan bakat dan dedikasi yang luar biasa dalam permainan catur.
Irene mulai tertarik dengan catur sejak kecil, mengikuti jejak ayahnya yang sering bermain catur. Pada usia 8 tahun, Irene mulai berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto dan langsung menunjukkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama saat masih duduk di bangku SD.
Pada usia 11 tahun, Irene sudah menjadi anggota timnas catur Indonesia dan meraih dua medali perak di SEA Games Vietnam 2003.
Pada tahun 2009, Irene mencapai gelar Woman Grandmaster (WGM) menjadi pecatur wanita Indonesia pertama yang meraih gelar ini.
Pencapaian ini menandai awal dari karier yang sangat sukses dalam dunia catur. Pada tahun 2014, Irene memperoleh gelar International Master (IM) setelah mencapai rating 2400.
Irene telah memenangkan berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional. Dia adalah juara empat kali berturut-turut di Kejuaraan Catur Wanita Indonesia dari 2006 hingga 2010.
Pada tahun 2013, Irene memenangkan dua medali emas dalam kejuaraan catur cepat dan blitz di SEA Games di Naypyidaw, Myanmar.
Pada tahun 2014, ia memenangkan Kejuaraan Catur Wanita Asia di Sharjah, Uni Emirat Arab, dan kembali memenangkan gelar ini pada tahun 2016.
Pada tahun 2024, Irene mencapai pencapaian bersejarah dengan menempati peringkat kesembilan di Kejuaraan Catur Cepat FIDE di New York City.
Irene Sukandar mengikuti kejuaraan dunia catur cepat yang diselenggarakan di New York City, Amerika Serikat, pada 27 Desember hingga 1 Januari.
Sebagai Woman Grandmaster pertama Indonesia, Irene berhasil mengumpulkan 7,5 poin dari 11 babak, selanjutnya Irene berhasil mengumpulkan tambahan 21 poin rating dan mencatatkan rating performa 2494, sebuah pencapaian bersejarah bagi dunia catur Indonesia.
Turnamen itu diikuti oleh para pecatur top dunia, termasuk juara dunia GM Magnus Carlsen. Prestasi Irene dalam kejuaraan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pecatur wanita terbaik di dunia.
Dalam babak final, ia bermain melawan Koneru Humpy dari India dan meskipun kalah, prestasi ini merupakan momen bersejarah bagi Indonesia sebagai wakil pertama yang masuk dalam sembilan besar dunia di kategori catur cepat.
Irene Sukandar adalah contoh nyata dari dedikasi dan keberhasilan dalam dunia catur. Dengan pencapaian-pencapaian yang luar biasa, ia telah menjadi inspirasi bagi generasi muda pecatur di Indonesia dan dunia. (*)
Editor : Adetio Purtama