Tim asuhan Eduardo Almeida berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 3-1 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Selasa (14/1) malam.
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan tim berjuluk Kabau Sirah, sekaligus panggung bagi para pemain baru yang direkrut pada jendela transfer paruh musim.
Filipe Chaby dan Bruno Gomes tampil gemilang dengan masing-masing mencetak satu gol dan Brace pada laga debutnya bersama Semen Padang.
Borneo FC Unggul Lebih Dulu
Borneo FC memulai laga dengan percaya diri dan tampil terus menekan. Pada menit ke-39, Gabriel Furtado membawa tim Pesut Etam unggul melalui tandukan kerasnya memanfaatkan umpan lambung jarak jauh dari Fajar Fathurrahman.
Bola yang meluncur deras gagal dijangkau kiper anyar Semen Padang, Arthur Augusto.
Hingga babak pertama usai, keunggulan 1-0 tetap bertahan untuk Borneo FC meskipun kedua tim menciptakan beberapa peluang.
Kebangkitan Semen Padang
Memasuki babak kedua, Semen Padang tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan.
Situasi berbalik pada menit ke-47 saat Dwiky Hardiansyah dari Borneo FC menerima kartu kuning kedua dari wasit asal Korea Selatan, Ko Hyungjin. Bermain dengan 10 pemain membuat Borneo FC kehilangan keseimbangan.
Hanya dua menit setelah kartu merah, Semen Padang langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Filipe Chaby, gelandang asal Portugal, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-49 setelah menerima umpan manis dari Firman Juliansyah.
Tembakan kaki kirinya dari dalam kotak penalti tak mampu dihentikan Daffa Fasya, kiper Borneo FC.
Pada menit ke-73, Semen Padang berbalik unggul melalui aksi debutan asal Brasil, Bruno Gomes.
Gol tersebut tercipta berkat umpan apik Irkham Mila yang juga baru bermain bersama Semen Padang. Gomes menuntaskannya dengan tembakan yang mengubah skor menjadi 2-1.
Hanya berselang tiga menit, Gomes kembali mencetak gol keduanya. Kali ini, ia memanfaatkan umpan silang sempurna dari Cornelius Stewart untuk memperbesar keunggulan menjadi 3-1.
Borneo FC mencoba bangkit dengan beberapa serangan balasan, namun pertahanan solid Kabau Sirah berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
Klasemen Sementara
Hasil ini menjadi momentum penting bagi Semen Padang yang langsung keluar dari zona degradasi, namun berada di posisi terbawah zona aman.
Tambahan tiga poin membawa Kabau Sirah naik dari dasar klasemen ke peringkat 15 dengan total 13 poin dari 18 pertandingan (3 menang, 4 imbang, 11 kalah).
Kemenangan ini juga menjadi pembalasan manis atas kekalahan Semen Padang di putaran pertama pada 12 Agustus 2024, di mana Borneo FC menang dengan skor serupa, 3-1, saat laga digelar di Stadion PTIK Jakarta.
Dengan semangat dan performa menjanjikan, Semen Padang FC harus terus meraih poin demi memperbaiki posisi di klasemen Liga 1 2024/2025.(*)
Editor : Heri Sugiarto