Ini laga penentu bagi masa depan City di Champions League, dan kemenangan adalah harga mati.
City berharap bisa menang dan mengantarkan ke babak play-off. Fans City tentu berharap melihat permainan cepat dan dominan.
Dua pemain baru City, Abdukodir Khusanov dan Omar Marmoush, yang tidak memenuhi syarat untuk tampil di kompetisi Eropa setelah debut pada kemenangan 3-1 atas Chelsea di Liga Premier pada Sabtu lalu. Selain itu, bek Brasil Vitor Reis juga tidak dapat diturunkan.
Kevin De Bruyne akan mengenakan ban kapten saat kembali ke tim, dengan City membutuhkan kemenangan untuk menghindari eliminasi dari turnamen bergengsi ini.
Pelatih Pep Guardiola diperkirakan tidak akan banyak melakukan perubahan pada formasi yang berhasil mengalahkan Chelsea.
Stones diproyeksikan menggantikan Khusanov di jantung pertahanan bersama Manuel Akanji, sementara Matheus Nunes dan Josko Gvardiol akan berperan sebagai bek sayap.
Di lini tengah, Ilkay Gundogan dan Mateo Kovacic akan berkolaborasi, didukung Bernardo Silva, Phil Foden, dan De Bruyne.
Mereka akan berusaha memberi dukungan maksimal kepada Erling Haaland, yang menjadi ujung tombak serangan.
Kemenangan untuk Lolos
Manchester City saat ini berada di posisi ke-25, satu tempat di luar zona kualifikasi. Kemenangan pada dinihari ini akan membawa tim asuhan Pep Guardiola ke posisi lebih baik, bahkan bisa memastikan tempat di babak 24 besar.
Kemenangan juga membuka kemungkinan untuk finis di posisi ke-19, bergantung pada hasil dari PSV Eindhoven, Benfica, dan Sporting.CP.
Fokus utama bagi City adalah memastikan tiga poin penuh untuk menghindari keluar lebih awal dari kompetisi.
Erling Haaland memiliki catatan impresif melawan tim asal Belgia, meskipun belum bertemu Club Brugge saat membela City.
Haaland sudah menunjukkan ketajamannya saat bermain untuk Borussia Dortmund, dengan mencetak gol melawan tim-tim Belgia, seperti Genk dan Club Brugge pada ajang Champions League sebelumnya.
Pemain asal Norwegia itu tercatat mencetak gol setiap 33 menit saat melawan tim-tim Belgia.
Rekor Pertemuan dan Statistik Tim
Manchester City memiliki rekor apik melawan Club Brugge dengan dua kemenangan 5-1 dan 4-1 pada fase grup Liga Champions 2021/2022.
Di sisi lain, Club Brugge belum pernah menang dalam 14 percobaan tandang ke Inggris di kompetisi Eropa, dengan hanya dua hasil imbang.
City juga tak terkalahkan dalam 33 pertandingan terakhir di Etihad di ajang UEFA Champions League dengan catatan 28 kemenangan.
Namun, dalam empat laga terakhir, tiga di antaranya berakhir imbang, termasuk skor 3-3 melawan Feyenoord setelah memimpin tiga gol.
Club Brugge datang dengan catatan tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir di Champions League, meski hanya sekali mencatatkan rekor tak terkalahkan lebih panjang dalam satu edisi kompetisi, yakni lima pertandingan pada musim 1976-1977.
Keuntungan tambahan bagi pelatih Club Brugge, Nicky Hayen, adalah timnya sudah terbiasa mengalahkan tim Premier League, seperti yang terlihat pada kemenangan 1-0 atas Aston Villa pada November lalu, berkat gol penalti Hans Vanaken.
Pelatih City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa motivasinya untuk meraih kemenangan di laga ini dan melaju ke babak 16 besar Liga Champions berpusat pada prestise olahraga, bukan keuntungan finansial.
"Kami ingin lolos, terutama untuk alasan olahraga," ujar Guardiola dalam sebuah wawancara dengan The Express.
Menjelang pertandingan, Guardiola memberi semangat kepada para pemainnya.
"Saya tahu mereka menginginkannya. Saya tahu betapa fokusnya mereka dan saya tidak ragu sama sekali. Tapi ini sepak bola, jadi kita tidak pernah tahu," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.(*)
Editor : Heri Sugiarto