Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Analisis UEFA, Ancelotti dan Guardiola Setelah Mbappe Cetak Hattrick di Liga Champions

Heri Sugiarto • Kamis, 20 Februari 2025 | 22:37 WIB

Kylian Mbappe mencetak hattrick dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City 3-1 di Santiago Bernabeu.(Foto: Instagram @k.mbappe)
Kylian Mbappe mencetak hattrick dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City 3-1 di Santiago Bernabeu.(Foto: Instagram @k.mbappe)
PADEK.JAWAPOS.COM-Real Madrid meraih kemenangan menakjubkan atas Manchester City dengan skor 3-1 di laga leg kedua play-off fase gugur Liga Champions, Kamis dinihari WIB (19/2). Fokus utama pertandingan ini tertuju pada satu nama: Kylian Mbappe.

Penyerang asal Prancis itu tampil luar biasa dengan mencetak hattrick dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu.

UEFA Technical Observer, Rafa Benítez, menyoroti pergerakan Mbappe di lini depan sebagai faktor penentu dalam kemenangan Madrid.

"Lari di belakang pertahanan membuat perbedaan," ujar Benítez seperti dilansir dari laman resmi UEFA.

Penilaian senada disampaikan Pelatih Manchester City, Pep Guardiola yang mengakui kesulitan timnya dalam menghadapi kecepatan dan pergerakan Mbappe.

"Kami tidak bisa bertahan melawan pergerakannya. Dia selalu menyerang ruang kosong dengan sempurna," kata Guardiola.

Umpan Jauh dan Finishing Kelas Dunia

Gol pembuka Real Madrid tercipta berkat umpan panjang brilian dari Raul Asencio.

Dalam momen kunci, Asencio dan Mbappe saling beradu pandang sebelum bola dikirim ke posisi ideal, melewati Ruben Dias dan terlalu jauh untuk dijangkau kiper Ederson.

Mbappe dengan tenang mengeksekusi bola dengan chip sempurna.

"Ada pemain yang membuat segalanya lebih mudah. Saya melihat pergerakannya dengan jelas," ujar Asencio kepada Movistar Plus.

Baca Juga: XL Axiata Perkuat Jaringan di Sumatera Barat, Antisipasi Lonjakan Traffic Ramadan dan Lebaran

Benítez menegaskan bahwa ancaman Madrid tidak hanya datang dari serangan balik.

"Mereka punya penguasaan bola, tapi tetap melakukan banyak lari di belakang pertahanan," ujarnya.

Gol kedua Madrid menunjukkan bagaimana serangan pasukan Carlo Ancelotti tidak hanya mengandalkan transisi cepat.

Aurelien Tchouameni menemukan ruang di lini tengah dan mengirim umpan ke Mbappe dengan luar biasa.

Meski Ederson berhasil menyelamatkan peluang ini, City terus kesulitan mengatasi ancaman yang ditimbulkan Mbappe, yang mencatatkan 11 pergerakan berbahaya di belakang pertahanan lawan.

Kecepatan, Kelincahan dan Akurasi Mbappe

Gol ketiga Madrid menunjukkan kombinasi permainan cepat dan teknik individu luar biasa.

Jude Bellingham, Vinícius Junior, dan Rodrygo terlibat dalam skema serangan yang diakhiri dengan operan tajam Rodrygo ke Mbappe.

Dengan kelincahan luar biasa, Mbappe mengecoh Gvardiol sebelum melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dihentikan Ederson.

Dengan kemenangan ini, Real Madrid semakin menunjukkan ketajaman di lini depan.

Ancelotti mengakui bahwa keseimbangan antara serangan dan pertahanan sangat penting, tetapi lini depan yang solid membuat timnya semakin berbahaya.

"Ketika para penyerang kami bisa terhubung dengan baik, kami benar-benar berbahaya," ujar Ancelotti.

Kemenangan ini juga memperpanjang catatan impresif Madrid yang selalu mencetak tiga gol atau lebih dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Mbappe dengan hattrick perdananya di Santiago Bernabeu, semakin mempertegas statusnya sebagai ancaman terbesar di sepak bola Eropa saat ini.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#madrid vs city #carlo ancelotti #uefa #kylian mbappe #Hattrick Mbappe #liga champions #manchester city #real madrid #pep guardiola