Penunjukan ini datang kurang dari lima bulan setelah masa jabatannya bersama Senegal berakhir.
Cisse kini dihadapkan pada tantangan besar untuk membawa Mediterranean Knights tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Prestasi yang belum pernah diraih Libya sebelumnya.
Keputusan ini diambil di tengah fase krusial kualifikasi Piala Dunia zona CAF, di mana Libya saat ini berada di posisi kedua Grup D setelah empat pertandingan.
Libya hanya terpaut satu poin dari Kamerun yang memuncaki klasemen sehingga peluang mereka untuk lolos tetap terbuka lebar.
Pada laga selanjutnya, Libya akan menghadapi Angola pada 20 Maret di kandang, sebelum melakoni pertandingan penting melawan Kamerun di Yaounde lima hari kemudian.
Duel kontra Kamerun akan menjadi momen penentu bagi Libya untuk menjaga asa lolos ke putaran final.
Cisse bukanlah sosok asing dalam skenario kualifikasi Piala Dunia. Sebagai pelatih, ia sukses membawa Senegal lolos ke Rusia 2018 dan Qatar 2022, menandai pertama kalinya Senegal mencapai Piala Dunia secara beruntun.
Di tingkat kontinental, Cisse juga memiliki pengalaman mumpuni, termasuk membawa Senegal ke final Piala Afrika 2019 dan kalah dari Aljazair). Namun, akhirnya menjuarai edisi 2021 dengan mengalahkan Mesir.
Sebagai pemain, Cisse adalah bagian dari generasi emas Senegal yang mencapai perempat final Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang.
Kini, ia menargetkan pencapaian serupa dalam peran barunya sebagai pelatih tim nasional kedua dalam kariernya.
Penunjukan Cisse diharapkan dapat membawa pengalaman dan mental juara bagi Libya, yang tengah berjuang meraih sejarah baru di kancah sepak bola dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto