Gol tunggal pada laga yang digelar di City Ground, Rabu (2/4) dinihari WIB, dicetak oleh mantan pemain Manchester United, Anthony Elanga, pada menit ke-5.
Pemain sayap asal Swedia itu memanfaatkan serangan balik cepat, melewati Alejandro Garnacho dan Noussair Mazraoui sebelum dengan tenang menjebol gawang United.
Manchester United, yang kini ditangani Ruben Amorim, berusaha keras mencari gol penyama kedudukan.
Namun, seperti yang kerap terjadi musim ini, mereka kesulitan dalam penyelesaian akhir.
Beberapa peluang tercipta, tetapi ketajaman di sepertiga akhir lapangan menjadi kendala utama bagi Setan Merah.
Menjelang akhir pertandingan, Harry Maguire dimasukkan sebagai target man dan hampir mencetak gol penyama kedudukan.
Tapi, upaya sang bek ditahan oleh Murillo dengan penyelamatan heroik di garis gawang.
Kemenangan ini membuat Nottingham Forest semakin kokoh di posisi ketiga klasemen sementara dan selangkah lebih dekat menuju kualifikasi Liga Champions setelah 45 tahun absen dari kompetisi elite Eropa.
Amorim Akui Kurang Efektif di Sepertiga Akhir
Dalam wawancara dengan TNT Sports, pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengakui bahwa timnya mendominasi permainan, tetapi gagal memanfaatkan peluang di lini depan.
"Kami mengontrol pertandingan, tetapi kami sudah tahu bahwa tim ini bisa mencetak gol dari situasi yang tidak terduga. Kami mencoba menciptakan peluang, namun umpan terakhir dan assist selalu kurang maksimal. Jika tidak ada kualitas di momen-momen itu, kami tidak bisa mencetak gol," ujar Amorim.
Pelatih asal Portugal itu juga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap performa lini serang timnya.
"Kami seharusnya menang, bahkan tidak hanya seri, tetapi pada akhirnya kami kehilangan tiga poin. Kami tahu karakter tim lawan, jika mereka unggul, mereka akan bermain dalam skenario yang mereka sukai. Kami harus mencetak dua gol untuk menang, dan itu sangat mengecewakan," tambahnya.
Elanga Beri Pelajaran Berharga
Gol Elanga dalam pertandingan ini menjadi pengingat bagi Manchester United akan kelemahan yang terus berulang musim ini.
Penyerang berusia 21 tahun itu berlari sejauh 85 meter hampir tanpa gangguan sebelum mencetak gol kemenangan.
Ironisnya, Elanga dilepas oleh United karena dianggap tidak cukup baik, tapi justru menunjukkan performa gemilang melawan mantan klubnya.
Kekalahan ini semakin memperpanjang derita Manchester United musim ini dan mempertegas permasalahan dalam membangun serangan yang efektif.(*)
Editor : Heri Sugiarto