Hanya dua pekan tersisa, dan persaingan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional kian menegangkan.
Di tengah tensi tinggi itu, seruan untuk menjaga integritas pertandingan kembali digaungkan oleh anggota DPR RI sekaligus penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade.
Melalui akun Instagram pribadinya, @andre_rosiade, ia mendesak PSSI segera menghadirkan wasit asing untuk memimpin laga-laga penentu yang melibatkan tim-tim di ambang degradasi.
“Liga 1 memasuki Minggu ke-33. Persaingan zona degradasi semakin sengit. Untuk itu saya terus meminta kepada Ketum PSSI Pak Erick Thohir agar mengirimkan wasit asing untuk pertandingan zona degradasi,” tulis Andre.
Seruan ini bukan tanpa alasan. Andre menilai kehadiran wasit asing mampu menjaga netralitas dan keadilan pertandingan, sebagaimana yang terjadi dalam laga Persebaya Surabaya melawan Semen Padang FC yang dinilai berjalan fair karena dipimpin wasit asing.
Menurut informasi yang diterima Andre, sejumlah klub besar juga telah mengajukan permintaan resmi terkait penggunaan wasit asing. PSM Makassar dan Bali United disebut menjadi dua di antaranya.
“Beberapa laga ada indikasi wasit tidak netral dan membuat keributan. Kita harus jaga sportivitas Liga 1 ini dengan profesionalisme,” tegasnya.
Pernyataan Andre pun memancing beragam reaksi dari publik. Beberapa warganet menyambut baik inisiatif tersebut, menyebutnya sebagai langkah untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap kompetisi. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan kualitas dan tekanan yang dihadapi wasit lokal.
Salah satu komentar yang mencuat datang dari akun @a_7alu:
"Apakah kualitas wasit kita memang rendah? Atau karena penuh tekanan kepentingan sehingga tidak bisa memimpin dengan baik?" tulisnya, menggarisbawahi dilema yang dihadapi pengadil lokal.
Wacana lain yang muncul adalah permintaan agar pertandingan pekan ke-34 digelar secara serentak, guna menjaga fair play antar klub yang sedang bersaing menghindari degradasi.
Sejauh ini, penggunaan wasit asing bukan hal baru bagi sepak bola Indonesia. PSSI sebelumnya pernah menghadirkan wasit dari Jepang, Australia, dan beberapa negara lain untuk memimpin laga-laga penting yang berpotensi menimbulkan kontroversi.
Dengan ketegangan yang makin memuncak di zona merah, keputusan PSSI untuk merespons seruan ini menjadi krusial. Bukan hanya soal siapa yang bertahan atau terdegradasi, tapi juga tentang menjaga marwah kompetisi yang adil, transparan, dan profesional.
Apakah PSSI akan segera bertindak? Jawabannya bisa jadi akan menentukan bukan hanya nasib klub, tapi juga kepercayaan publik terhadap kompetisi sepak bola nasional. (*)
Editor : Hendra Efison