Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi skuad asuhan Cristian Chivu di turnamen tersebut, dan sekaligus memastikan tersingkirnya wakil Italia itu dari kompetisi.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Fluminense yang langsung membuka keunggulan di menit ke-3.
German Cano memanfaatkan bola liar hasil umpan silang yang terdefleksi dan menyundul bola dari jarak dekat melewati sela kaki Yann Sommer, membawa tim asal Brasil unggul 1-0.
Inter Milan kesulitan memberikan respons cepat. Federico Dimarco sempat mencoba menyamakan kedudukan lewat sepakan jarak jauh, namun masih melenceng.
Menjelang turun minum, Fluminense nyaris menggandakan keunggulan, tapi gol Ignacio dibatalkan wasit akibat posisi offside.
Pada babak kedua, pelatih Cristian Chivu melakukan sejumlah pergantian untuk mengejar ketertinggalan.
De Vrij mendapat peluang emas namun gagal mengonversi.
Lautaro Martinez pun hampir mencetak gol tetapi hanya mengenai tiang gawang.
Di menit ke-90+3, Fluminense memastikan kemenangan. Pemain pengganti Hercules mencetak gol kedua lewat tembakan terukur dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan Sommer.
Skor 2-0 bertahan hingga akhir laga dan membawa Fluminense ke babak perempat final.
“Sangat bangga dengan tim ini,” ungkap kapten Fluminense, Thiago Silva kepada DAZN seusai laga.
“Pertandingan seperti ini sangat sulit, apalagi melawan tim yang baru saja bermain di final Liga Champions. Sepuluh hari lalu saya cedera, tapi tim medis luar biasa. Saya sangat bahagia bisa bermain dan menang hari ini,” tambahnya.
Statistik pertandingan menunjukkan Inter Milan tampil dominan dengan 16 tembakan, empat di antaranya tepat sasaran, namun gagal mencetak gol.
Fluminense hanya melepaskan 11 tembakan dengan efektivitas tinggi—empat mengarah ke gawang dan dua berbuah gol.
Dengan kemenangan ini, Fluminense menjadi tim Brasil kedua yang lolos ke perempat final setelah Palmeiras.
Fluminense akan menghadapi Al Hilal yang berhasil mengalahkan Manchester City 4-3 di Orlando.
Euforia melanda skuad Fluminense seusai pertandingan. Para pemain dan staf tampak menari dan merayakan keberhasilan mengalahkan salah satu favorit turnamen.(*)
Editor : Heri Sugiarto