Petenis asal Polandia tersebut tampil luar biasa di final Wimbledon 2025, dengan mengalahkan Amanda Anisimova tanpa ampun, dua set langsung 6-0, 6-0 dalam waktu kurang dari satu jam.
Ini gelar Wimbledon pertamanya sekaligus gelar Grand Slam keenam dari enam final yang pernah ia lakoni. Rekor sempurna yang menunjukkan dominasinya di panggung tertinggi tenis dunia.
Final Sepihak, Dominasi Total Swiatek
Pertandingan final di Centre Court, London, berlangsung sangat timpang sejak awal.
Game pertama menjadi cerminan keseluruhan laga—Anisimova kesulitan menempatkan servis pertamanya dan melakukan banyak kesalahan, terutama dari sisi forehand.
Sebaliknya, Swiatek tampil nyaris tanpa cela, dengan permainan solid, fokus penuh, dan pukulan presisi tinggi yang terus menekan lawan.
Set pertama berakhir cepat, tanpa satu pun game berhasil diamankan Anisimova.
Di set kedua, Anisimova mencoba memberi perlawanan antara game ketiga dan keempat, namun tetap gagal mematahkan dominasi Swiatek.
Hasil akhirnya, Swiatek menang dengan double bagel—skor langka 6-0, 6-0—yang terakhir kali terjadi di final Wimbledon tahun 1911, ketika Dorothea Lambert Chambers mengalahkan Dora Boothby.
Perbedaan Pengalaman Tentukan Hasil
Kemenangan ini menegaskan perbedaan kelas dan pengalaman antara kedua finalis. Swiatek menjalani final Grand Slam keenamnya dan tak sekali pun kehilangan fokus.
Sebaliknya, bagi Anisimova, ini adalah final major pertamanya. Tekanan besar tampaknya memengaruhi performanya, yang jauh dari performa solid yang ia tunjukkan sepanjang turnamen.
Swiatek Torehkan Rekor Bersejarah
Dengan kemenangan ini, Swiatek menjadi petenis Polandia pertama yang menjuarai Wimbledon di Era Terbuka.
Ia juga menjadi petenis ketiga dalam sejarah yang meraih enam gelar Grand Slam dari enam final pertamanya, menyamai rekor milik Margaret Court dan Monica Seles.
Lebih dari itu, Swiatek kini tercatat sebagai petenis termuda setelah Serena Williams yang mampu menjuarai Grand Slam di semua jenis permukaan—tanah liat, keras, dan rumput.
Kemenangan di Wimbledon ini melengkapi koleksi trofi Swiatek yang sebelumnya telah menjuarai Roland Garros, US Open, dan Australian Open.
Kembali ke Top 3 Dunia
Berkat gelar prestisius ini, Iga Swiatek dipastikan kembali menempati posisi tiga besar dalam peringkat WTA mulai pekan depan.
Petenis berusia 24 tahun asal Warsawa ini terus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu dominator era tenis putri modern, dengan gaya bermain agresif, mental baja, dan konsistensi yang mematikan.
Wimbledon 2025 akan selalu dikenang sebagai ajang di mana Swiatek membuktikan bahwa dirinya tak hanya ratu di lapangan tanah liat, tapi juga kini penguasa rumput.
Dan dengan enam gelar Grand Slam di tangan, era kejayaan Swiatek tampaknya baru saja dimulai.(*)
Editor : Heri Sugiarto