Dua pemain tampil menonjol selama kompetisi, yakni Haris dari SMA MA AR-Risalah Padang sebagai MVP Putra, dan Adiah dari SMAN 2 Padang sebagai MVP Putri.
Haris menunjukkan performa konsisten di lapangan dengan kemampuan membaca permainan, menyerang, dan bertahan.
Meskipun tim MA Ar Risalah Padang tidak berhasil masuk ke final, kontribusi Haris di sepanjang turnamen diakui sebagai yang paling berharga.
“Cukup bahagia, ini berkat doa dan dukungan dari orang tua, teman, dan pelatih. Walaupun tim tidak menjadi champion, Alhamdulillah saya tetap bisa meraih MVP,” ujar Haris usai menerima penghargaan.
Haris juga menyampaikan targetnya ke depan. “Semoga tahun depan bisa mendapatkan champion. Saya akan terus latihan dan memperbaiki kekurangan,” katanya.
Selain itu, Haris memberikan masukan terkait lokasi penyelenggaraan DBL. “Kalau bisa tempat atau GOR-nya lebih besar karena antusiasme penonton luar biasa,” ujarnya.
Di kategori putri, Adiah tampil konsisten sepanjang kompetisi. Ia mengontrol ritme permainan dan konsisten mencetak angka, sehingga tim SMAN 2 Padang terus bersaing hingga akhir.
Gelar MVP akhirnya diberikan padanya. “Rasanya senang sekali. Ini momen yang tidak akan terlupakan,” ungkap Adiah.
Adiah menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berkembang di basket. “Saya akan terus berlatih supaya bisa menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Prestasi Haris dan Adiah membuktikan bakat-bakat pebasket muda di Sumatera Barat memiliki penerus yang siap bersaing.
Kedua pemain menjadi contoh nyata bahwa kerja keras dan dukungan lingkungan bisa mengantarkan pemain muda ke panggung penghargaan.
Momen ini menjadi kebanggaan bagi SMA MA Ar Risalah Padang, SMAN 2 Padang, dan penggemar basket pelajar di Sumatera Barat. Kehadiran dua MVP baru ini diharapkan dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk berprestasi di basket pelajar.(mg8/mg9/yud)
Editor : Heri Sugiarto