Dalam surat tersebut, ILeague menjelaskan bahwa keputusan penundaan diambil setelah mempertimbangkan beberapa aspek penting.
Pertama, mengacu pada Regulasi Kompetisi BRI Super League 2025/26 Pasal 23 ayat 6 mengenai jadwal pertandingan. Regulasi ini menjadi landasan utama dalam setiap keputusan terkait perubahan jadwal laga.
Kedua, penundaan juga didasarkan pada rekomendasi Kepolisian Daerah Banten. Aparat keamanan menilai bahwa pelaksanaan pertandingan Persita Tangerang kontra Semen Padang FC membutuhkan kajian lebih lanjut terkait faktor keamanan dan ketertiban.
Rekomendasi ini menjadi salah satu pertimbangan utama I.League dalam mengambil keputusan.
Selain itu, ILeague juga mempertimbangkan permohonan resmi dari Persita Tangerang selaku klub tuan rumah.
Persita mengajukan permintaan agar laga tersebut ditunda, dan hal itu kemudian diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam kompetisi.
Berdasarkan kajian dari berbagai pihak serta kondisi di lapangan yang dinilai tidak kondusif, ILeague akhirnya memutuskan untuk menunda pertandingan hingga waktu yang belum ditentukan.
“I.League secara resmi menunda pertandingan tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis keterangan dalam surat resminya, Sabtu (30/8/2025).
Sehubungan dengan keputusan ini, ILeague mengimbau kepada Persita Tangerang untuk segera melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Koordinasi ini mencakup aspek teknis, keamanan, dan penyelenggaraan pertandingan sesuai regulasi yang berlaku.
ILeague menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu mengedepankan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran jalannya kompetisi.
Operator kompetisi menyampaikan bahwa jadwal terbaru pertandingan Persita Tangerang melawan Semen Padang FC akan diumumkan setelah proses koordinasi lebih lanjut bersama pihak terkait selesai dilakukan.
Dengan penundaan ini, agenda pertandingan di pekan keempat BRI Super League 2025/2026 mengalami perubahan. Namun, ILeague memastikan bahwa seluruh klub peserta tetap mendapatkan kepastian jadwal secara adil setelah penyesuaian selesai dilakukan.(*)
Editor : Heri Sugiarto