Ajang ini dibuka Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Jeffry Hibatullah bersama Plt Kadispora Sumbar Dedy Diantolani, Ketua Askot PSSI Sawahlunto Ronny Eka Putra, GM PT Bukit Asam Ombilin Yulfaizon, dan Wakapolres Kompol Masri. Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp 15 juta ini berlangsung dari 22 September hingga 9 Oktober 2025 mendatang.
Ketua Pelaksana Turnamen, Muldayuri menyebutkan kompetisi ini merupakan program kerja PSSI 2025 untuk menjaring bibit muda sepak bola. Turnamen ini menjadi wadah bagi pesepakbola potensial sekaligus akan digelar rutin setiap tahun.
Turnamen perdana ini terselenggara berkat kerjasama dan kolaborasi antara Askot PSSI Sawahlunto dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kantor Kementerian Agama, serta dukungan berbagai pihak.
Kompetisi ini diikuti 14 kesebelasan dengan sistem pertandingan setengah kompetisi yang dibagi dalam 4 grup. Nantinya, tim terbaik pertama dan kedua dalam grup akan lolos ke babak 8 besar. Setelah itu, pemenang 8 besar lolos ke babak semifinal.
”Pemenang semifinal lolos ke babak final untuk meraih posisi juara 1 dan 2, serta yang kalah di semifinal akan memperebutkan posisi peringkat ke 3 dan 4,” ucapnya.
Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya turnamen. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan visi Pemko Sawahlunto sebagai kota iven yang memberi dampak positif pada perekonomian masyarakat.
”Saya berharap adik-adik pesepakbola menjaga sportivitas dan menampilkan kemampuan terbaik di lapangan,” katanya.
Ketua Askot PSSI Sawahlunto, Ronny Eka Putra, menegaskan turnamen ini harus berlanjut setiap tahun. ”Bagi pemain berprestasi, Askot PSSI siap melakukan pembinaan melalui PS GAS dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan kompetisi sepakbola yang diselenggarakan di Sawahlunto,” ujarnya.
Ia juga berharap PT Bukit Asam membantu perbaikan Lapangan Ombilin agar bisa lebih layak, dengan perkiraan biaya sekitar Rp 2,5 miliar,” ungkapnya.
Plt Kadispora Sumbar Dedy Diantolani mengungkapkan, turnamen tidak hanya mencari menang dan kalah, tapi bagaimana melahirkan bibit-bibit pesepakbola potensial.
”Jadi, bagi yang bermain bagus nantinya akan mendapat perhatian serius melalui berbagai pembinaan oleh pemerintah dan Askot PSSI,” ujarnya. (*)
Editor : Eri Mardinal