PADEK.JAWAPOS.COM—Upaya otoritas LALIGA dan Serie A memainkan salah satu laga liga domestik masing-masing di luar Eropa musim ini akhirnya kesampaian. Kemarin, ide itu sudah mendapatkan persetujuan dari UEFA (Konfederasi Sepak Bola Eropa). Jika LALIGA memilih negara destinasinya adalah Amerika Serikat (AS), maka Serie A ke Australia.
Seperti dilansir dari AFP, laga LALIGA yang dimainkan di AS adalah Villarreal CF versus FC Barcelona di Stadion Hard Rock, Miami, pada 21 Desember mendatang. Laga pada jornada ke-17 itu semestinya dimainkan di Estadio de la Ceramica, Villarreal.
Akan tetapi, seiring jornada ke-17 menjadi pekan pemungkas kompetisi pada akhir tahun ini, ditambah strategi globalisasi dan ekspansi pasar komersial, LALIGA ingin menghelatnya di luar Eropa.
Ide memainkan laga LALIGA di luar Eropa telah digaungkan sejak musim 2018–2019. Kala itu, laga Barca vs Girona FC di Miami yang diusulkan, tetapi gagal karena penolakan dari RFEF (PSSI-nya Spanyol), UEFA, dan FIFA. Ide itu menemukan jalan ketika tahun lalu, FIFA membuka pintu lewat kesepakatan dengan Relevent Sports yang notabene mitra LALIGA di AS.
Villarreal VS Barca kemudian diajukan sebagai laga yang dipilih untuk dimainkan di luar Eropa dalam rapat dewan RFEF pada 11 Agustus lalu. ”Klub ini punya basis fans kuat di Amerika (Serikat). Laga di Amerika jadi persembahan untuk mereka,” kata Presiden Barca Joan Laporta di laman resmi klub.
AC Milan vs Como di Perth
Untuk Serie A, Lega Serie A sebagai pengelola liga telah menyetujui laga antara AC Milan versus Como 1907 pada giornata ke-24 dimainkan di Stadion Optus, Perth, pada 8 Februari 2026. Berbeda dengan Villarreal vs Barca, alasan dimainkannya ACM vs Como di luar Eropa karena upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. Stadio San Siro, kandang AC Milan, jadi venue seremoni.
Di sisi lain, 55 federasi sepak bola yang berdiri di bawah UEFA tidak sepakat dengan izin dimainkannya laga LALIGA dan Serie A di luar Eropa. Mereka menganggap liga domestik harus digelar dinegara yang bersangkutan. Seperti dilansir dari The Independent, Komisaris Olahraga Uni Eropa Glenn Micallef menganggap ide tersebut bukan inovasi.
”Ini pengkhianatan!” tegas Micallef. ”Komitmen kami sudah jelas pada saat ini. Yaitu melindungi integritas liga domestik dan memastikan sepak bola tetap di akar dalam lingkungannya masing-masing,” tegasnya.
Meski memberi izin, Presiden UEFA Aleksander Ceferin sejatinya menyebut bahwa memainkan laga LALIGA dan Serie A di luar Eropa bukan ide bagus. ”Ingatlah keputusan ini bersifat luar biasa dan jangan dianggap sebagai sebuah preseden,” kata Ceferin. (*)
Editor : Eri Mardinal