Podium dilengkapi oleh Alex Marquez dan Pedro Acosta, setelah rekan setim Bagnaia, Fermin Aldeguer didiskualifikasi karena tekanan ban tidak sesuai regulasi.
Ini juga menandai kemenangan ketigabelas Bagnaia musim ini dan momen kebangkitan kedua setelah sukses serupa di Jepang.
Pebalap Ducati itu awalnya kesulitan pada sesi latihan bebas Jumat, berada di luar 10 besar pra-kualifikasi. Namun berhasil mencetak pole position pada Sabtu pagi sebelum akhirnya memenangi Sprint Race.
"Tim menderita bersama saya, mereka pantas mendapatkan kemenangan ini," ungkap Bagnaia, seperti dilansir dari Sky Sports Italia.
"Situasi ini kompleks, sebulan lalu kami mengalami kesulitan, sekarang kami kembali kompetitif. Saya mencoba sesuatu yang baru pada motor, memberikan rasa percaya diri lebih baik," tambahnya.
Direktur Umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menambahkan, pada balapan pagi hari segalanya sudah terlihat positif, dan Bagnaia tidak melakukan kesalahan apa pun.
Kunci performa meningkat adalah modifikasi kecil pada motor setelah sesi latihan bebas pagi, sehingga memberi Bagnaia kepercayaan diri untuk kualifikasi dan Sprint Race, yang biasanya menjadi tantangan terbesarnya.
Dalam klasemen sementara, Bagnaia kini sejajar dengan Marco Bezzecchi.
Bezzecchi yang memulai dari posisi ke-14 berhasil naik ke urutan keenam setelah penalti Aldeguer, tapi kalah dari konsistensi Ducati di Sepang.
Podium Sprint Race Malaysia akhirnya ditempati Bagnaia di posisi pertama, Alex Marquez kedua, dan Pedro Acosta ketiga.(*)
Editor : Heri Sugiarto