Wali Kota Pariaman Yota Balad secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menyebut olahraga panahan berkuda tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga melatih ketenangan, fokus, dan ketepatan dalam mengambil keputusan.
“Berkuda dan memanah merupakan sunnah Nabi yang bernilai ibadah sekaligus membangun kekuatan fisik dan mental,” ujar Yota Balad. Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi misi Pemko Pariaman untuk menjadikan daerah itu sebagai kota wisata berlandaskan agama dan budaya.
Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh setiap kegiatan olahraga yang melibatkan banyak peserta karena berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta promosi sport tourism Kota Pariaman. Ia juga berharap kejuaraan serupa, bahkan tingkat nasional, dapat kembali digelar di kota tersebut.
Ketua Umum Horseback Archery Nasional Indonesia sekaligus Ketua PORDASI Sumbar, Deri Asta, menjelaskan bahwa peserta Kejurda berasal dari berbagai daerah, antara lain Kota Pariaman, Solok, Sawahlunto, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kepulauan Mentawai, Payakumbuh, Kabupaten Padangpariaman, Alahan Panjang, dan Kota Padang.
Deri berharap ajang ini melahirkan atlet-atlet terbaik yang akan mewakili Sumatera Barat pada Kejurnas PORDASI di Bromo, Jawa Timur, pada Desember 2025 mendatang.
Salah satu peserta, Raka (15) dari Kota Solok, menilai lintasan di Pantai Kata sudah memenuhi standar nasional dan layak untuk kejuaraan tingkat lebih tinggi. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar sport tourism di Kota Pariaman semakin dikenal secara luas.(*)
Editor : Hendra Efison