Gol menit ke-96 dari Troy Parrott — yang melengkapi hattricknya — memastikan comeback impresif Irlandia sekaligus menggagalkan upaya Hungaria untuk mengamankan posisi kedua.
Hungaria, yang berperingkat lebih tinggi dan hanya membutuhkan hasil imbang, unggul 2-1 pada babak pertama berkat gol Daniel Lukacs dan Barnabas Varga.
Lukacs membuka skor pada menit ke-4 melalui flick setelah memanfaatkan skema sepak pojok pendek Dominik Szoboszlai.
Parrott menyamakan kedudukan lewat penalti pada menit ke-15. Namun, pada menit ke-37, Varga membawa Hungaria kembali unggul lewat tembakan voli kaki kiri ke pojok atas.
Irlandia sempat kesulitan mengembangkan permainan dan hampir tertinggal lebih jauh, namun kiper Caoimhin Kelleher melakukan penyelamatan krusial dari peluang Roland Sallai.
Kebangkitan Irlandia datang pada menit ke-80 saat Parrott mencetak gol keduanya untuk membuat skor kembali imbang 2-2.
Pada masa tambahan waktu, Parrott mencetak gol penentu dari jarak dekat — gol kelimanya dalam dua pertandingan — yang mengingatkan pada gol Robbie Keane ke gawang Jerman pada Piala Dunia 2002.
Selebrasi emosional terjadi ketika rekan setim dan pemain cadangan memeluk sang penyerang AZ Alkmaar itu.
Usai laga, Parrott tak kuasa menahan air mata. "Inilah alasan kami mencintai sepak bola… Ini berarti segalanya bagi saya,” ujarnya kepada RTE. Ia menyebut kemenangan ini sebagai “sebuah dongeng”.
Hasil ini menutup harapan Hungaria untuk tampil di Piala Dunia pertama dalam 40 tahun. Sementara itu, Portugal memuncaki Grup F dengan 13 poin setelah menang 9-1 atas Armenia, tiga poin di atas Irlandia.
Irlandia kini tinggal selangkah lagi melalui dua laga playoff tunggal pada Maret mendatang untuk merebut tiket menuju Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.(*)