Pada hari kedua kompetisi, sejumlah pesepak bola putri usia dini tampil bersama tim Sekolah Sepak Bola (SSB) kategori U10 dan U12.
Panitia Padek Cup 2025 memperbolehkan pemain putri bergabung dengan tim putra, bahkan diberi toleransi melewati batas usia maksimal dua tahun.
Kebijakan ini diambil karena masih minimnya kompetisi sepak bola putri usia dini di Sumatera Barat.
Salah satu pemain putri yang tampil adalah Adinda Putri Syahrani (12), pemain SSB Kasang yang turun di kategori U10.
Adinda mengaku sempat ragu saat awal bermain sepak bola karena stereotip bahwa sepak bola identik dengan laki-laki.
“Awalnya malu karena pernah ditertawakan, tapi sekarang jadi motivasi. Perempuan juga bisa sukses di sepak bola,” ujar Adinda, Sabtu (20/12/2025).
Dukungan keluarga menjadi faktor penting bagi Adinda. Sejak taman kanak-kanak, ia sudah gemar bermain sepak bola dan kini berposisi sebagai bek tengah. Adinda bercita-cita membela Timnas Putri Indonesia.
Selain Adinda, pemain putri lain dari SSB Kasang, Hafifah Tul Giza (12), juga tampil di Padek Cup 2025.
Bermain sebagai bek kanan, Hafifah mengaku tertarik sepak bola sejak usia 10 tahun dan didukung penuh keluarganya.
“Keinginan sendiri, sering main bola di rumah. Ingin jadi pemain Timnas Putri,” kata Hafifah.
Pelatih SSB Kasang, Fadilah Zikri, berharap ke depan Sumatera Barat memiliki kompetisi khusus sepak bola putri usia dini agar pembinaan atlet perempuan berjenjang dan berkelanjutan.
“Harapannya ada liga putri di Sumbar, supaya anak-anak perempuan punya ruang bertanding sendiri di tingkat regional,” ujarnya.
Kehadiran pemain putri di Padek Cup 2025 menjadi sinyal positif bagi pengembangan sepak bola putri usia dini di Sumatera Barat.(CR4)
Editor : Hendra Efison