Maroko mendominasi jalannya pertandingan sejak awal, namun kesulitan mencetak gol di babak pertama.
Ismail Saibari sempat menjebol gawang Tanzania pada menit ke-24, tapi gol dianulir oleh VAR karena offside. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Tanzania tampil disiplin dengan menutup ruang operan dan menghalangi serangan Maroko di lini akhir. Maroko yang dikapteni Achraf Hakimi tetap menguasai bola, namun peluang terbatas hingga akhir babak pertama.
Tekanan Maroko Berbuah Gol di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Maroko meningkatkan intensitas serangan. Brahim Diaz memaksa tendangan sudut melalui sundulannya. Pada menit ke-52, Bilal El Khannouss melepaskan tembakan yang hanya membentur mistar gawang.
Tanzania sempat mendapatkan peluang pada menit ke-56. Feisal Toto berada dalam posisi bebas di kotak penalti, namun tendangannya melambung di atas gawang.
Gol penentu tercipta pada menit ke-63. Diaz melakukan akselerasi individu, memotong pertahanan, dan menaklukkan kiper dari sudut sempit. Gol tersebut menjadi yang keempat bagi gelandang serang Real Madrid itu di turnamen ini.
Maroko Bertahan hingga Peluit Akhir
Meski terus menekan, Maroko tidak menambah keunggulan. Tanzania tetap tampil kompetitif hingga peluit panjang, namun tidak mampu membalas.
Kemenangan ini memastikan Maroko melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang laga babak 16 besar antara Afrika Selatan dan Kamerun di Stade Al Madina, Rabat.
Usai laga, Brahim Diaz yang dinobatkan sebagai Man of the Match, mengatakan bahwa kompetisi ini semakin intens dan menghadapi Tanzania sebagai lawan terberat sejauh ini.
"Tidak semuanya berjalan sempurna, tapi untungnya kami berhasil lolos. Sekarang kami akan kembali bekerja untuk siap menghadapi perempat final," imbuhnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto