Kemenangan ini menandai sejarah bagi Albacete, yang untuk pertama kalinya menang atas Real Madrid dalam pertandingan resmi.
Albacete yang bermain di divisi dua Spanyol unggul lebih dahulu pada menit 23 melalui Javi Villar. Pemain tim tuan rumah memanfaatkan sepak pojok dengan sundulan yang mengecoh Mastantuono.
Namun, Real Madrid segera menyamakan kedudukan lewat gol Mastantuono. Pemain asal Argentina tersebut cetak gol tepat sebelum turun minum.
Suasana di Carlos Belmonte memanas karena Albacete tampil agresif, memaksa pertahanan Madrid bekerja keras. Gol Villar menjadi penanda awal kejutan bagi tim raksasa Spanyol itu.
Drama Gol Menit Akhir dan Kegagalan Madrid
Pada menit 81, Jefte Betancor mencetak gol kedua untuk Albacete setelah memanfaatkan kesalahan umpan Gonzalo, melepaskan tembakan voli yang tak mampu dihentikan Lunin.
Madrid kembali menyamakan kedudukan di menit 90+1 melalui sundulan Gonzalo Garcia dari sepak pojok Arda Guler.
Tapi, kegembiraan Madrid tidak bertahan lama. Jefte Betancor mencetak gol keduanya pada menit 94 dengan tendangan ke tiang jauh, memastikan kemenangan 3-2 bagi Albacete. Gol ini sekaligus menyingkirkan Real Madrid dari Copa del Rey di babak 16 besar.
Pertandingan ini menandai debut Arbeloa sebagai pelatih, namun berakhir dengan hasil negatif. Sementara Albacete meraih kemenangan mengejutkan dan memukau publik Carlos Belmonte.(*)
Editor : Heri Sugiarto