Fans Spurs diketahui mengejek Frank dan meneriakkan tuntutan pemecatannya saat kekalahan 1-2 dari Newcastle pada Selasa lalu.
Tottenham kini berada di posisi ke-16 klasemen Premier League, lima poin di atas zona degradasi, dan hanya meraih dua kemenangan dari 17 laga terakhir.
“Klub telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim dan Thomas Frank akan meninggalkan jabatan hari ini,” bunyi pernyataan resmi klub.
Thomas Frank ditunjuk pada Juni 2025 untuk menggantikan Ange Postecoglou yang dipecat meski membawa klub menjuarai Liga Europa.
Namun, Frank gagal memenangkan hati suporter Tottenham, dengan masa jabatannya dipenuhi tantangan, termasuk kontroversi minum dari gelas yang memuat logo rival, Arsenal.
Dalam 38 pertandingan yang dijalani, Frank hanya meraih 13 kemenangan, menghasilkan persentase kemenangan Premier League terendah bagi pelatih Spurs era Premier League, yaitu 26,9 persen.
Dengan kepergian Frank, Tottenham kini mencari pelatih permanen keenam dalam tujuh tahun sejak Mauricio Pochettino meninggalkan klub pada 2019.
Indikasi awal menunjukkan klub kemungkinan menunjuk pelatih sementara hingga akhir musim. Salah satu kandidat potensial adalah John Heitinga, yang sebelumnya menjadi asisten Frank dan dikenal saat bekerja dengan Liverpool serta sempat menangani Ajax sebelum dipecat setelah lima bulan.
“Sepanjang masa jabatannya, Thomas menunjukkan komitmen penuh dan memberikan segala upayanya untuk kemajuan klub. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan di masa depan,” tambah pernyataan klub.(*)
Editor : Heri Sugiarto