Inter menatap pertandingan ini dengan tekanan besar setelah kalah 1-3 pada pertemuan pertama pekan lalu, di Aspmyra Stadion yang berkapasitas hingga 8.270 penonton.
Hasil pertandingan melawan tim dari kota kecil di pesisir utara Norwegia berpenduduk 53 ribu jiwa itu menjadi pukulan bagi tim asuhan Cristian Chivu.
Keunggulan lebih dulu lewat gol Francesco Pio Esposito gagal dipertahankan, sebelum gol dari Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh membawa Bodo/Glimt meraih kemenangan bersejarah tim asuhan Kjetil Knutsen.
Kemenangan Bodø/Glimt pada leg pertama merupakan kemenangan pertama klub Norwegia atas tim Italia dalam kompetisi ini sejak keberhasilan Rosenborg mengalahkan tetangga Inter, AC Milan, di San Siro pada Desember 1996.
Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama kedua tim di stadion yang sama sejak Oktober 1978, ketika trigol Alessandro Altobelli membawa Inter menang 5-0 pada leg pertama putaran kedua Piala Winners.
Bodø/Glimt berupaya menjadi klub Norwegia pertama yang melaju dari fase gugur kompetisi ini sejak Lillestrøm mencatat agregat 5-3 atas Linfield pada putaran pertama edisi 1987/88.
Inter Mengincar Kebangkitan di Kandang
Inter tampil malam ini dengan modal kemenangan 2-0 atas Lecce di Serie A. Hasil itu, ditambah kekalahan Milan dari Parma, membuat mereka unggul sepuluh poin di puncak klasemen.
Namun, hasil positif domestik belum sepenuhnya menghapus tekanan untuk membalikkan situasi di Eropa.
Inter mencatat tiga kemenangan beruntun di San Siro di semua kompetisi dengan agregat 11-4. Rentetan itu mencakup kemenangan 3-2 pada Derby d’Italia kontra Juventus.
Selain itu, tujuh kemenangan dalam delapan laga terakhir memberikan suntikan kepercayaan diri tambahan.
Namun, Inter belum pernah menang dengan selisih tiga gol atau lebih pada laga knockout Liga Champions sepanjang sejarah.
Ekspektasi tinggi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat Inter kalah empat kali dalam lima laga Liga Champions terakhir.
Situasi semakin rumit setelah Lautaro Martinez mengalami cedera betis pada leg pertama. Duet lini depan kini diproyeksikan dihuni Marcus Thuram dan Pio Esposito.
Federico Dimarco serta Piotr Zielinski juga berpotensi kembali sebagai starter setelah diistirahatkan pekan lalu, sementara Denzel Dumfries kembali dari cedera panjang dan diperkirakan memulai dari bangku cadangan.
Keuntungan Tipis Bodo/Glimt
Di sisi lain, Bodø/Glimt datang ke Italia dengan modal kemenangan penting pada leg pertama.
Mereka juga sedang berada dalam tren impresif setelah menaklukkan Atletico Madrid, Manchester City, dan Inter dalam tiga laga Liga Champions terakhir.
Catatan itu menjadikan Bodo/Glimt tim pertama sejak musim 1971/72 dari luar lima liga top Eropa yang meraih empat kemenangan beruntun atas tim-tim dari liga besar.
Namun, sejarah pertemuan di Italia tidak memihak Bodo/Glimt. Mereka belum pernah menang tandang melawan klub Italia dari tujuh kesempatan sebelumnya.
Bodo/Glimt datang tanpa Gift Sunday dan Mikkel Bro Hansen. Harapan besar kembali ditumpukan pada Kasper Hogh yang mencatat empat gol dan dua assist dalam tiga laga Eropa terakhir.(*)
Perkiraan Susunan Pemain Inter vs Bodo/Glimt
Inter: Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Esposito.
Bodo/Glimt: Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge.
Editor : Heri Sugiarto