Skuad asuhan Mauricio Pochettino sempat unggul lebih dulu sebelum Belgia membalikkan kedudukan pada babak kedua.
Kekalahan ini menjadi yang terbesar di kandang setelah Amerika mencetak gol pembuka sejak 1959.
Kekalahan ini juga mengakhiri rekor tak terkalahkan AS selama lima pertandingan, yang merupakan rekor terbaik selama kepemimpinan Pochettino.
AS Unggul Lebih Dulu Sebelum Belgia Mengambil Alih Laga
Gol Amerika Serikat lahir pada menit ke-39 melalui Weston McKennie yang memanfaatkan sepak pojok Antonee Robinson. Gol ini menjadi gol internasional ke-12 McKennie dan yang pertama dalam tiga tahun.
Jelang turun minum, Belgia menyamakan skor lewat tembakan jarak jauh Zeno Debast.
Memasuki babak kedua, Belgia tampil dominan. Amadou Onana mencetak gol pada menit ke-53, diikuti penalti Charles De Ketelaere pada menit ke-59.
Dodi Lukebakio menambah dua gol, masing-masing pada menit ke-68 dan 82.
Amerika memperkecil ketertinggalan melalui Patrick Agyemang di menit ke-87.
Pochettino: Kekalahan Ini adalah Reality Check
Pochettino menilai hasil ini sebagai pengingat penting menjelang Piala Dunia 2026. Ia menyebut timnya tampil baik pada babak pertama namun kehilangan momentum setelah kebobolan gol penyeimbang tepat sebelum jeda.
Menurutnya, laga ini tetap memberi banyak pelajaran positif.
"Saya pikir, tentu saja, skor 5-2 selalu sulit diterima. Itu menyakitkan, tetapi pada saat yang sama, saya pikir kita perlu mengambil banyak hal positif. Babak pertama benar-benar bagus. Saya pikir kita benar-benar bermain lebih baik daripada Belgia," katanya dikutip dari ESPN.
Turner menambahkan bahwa tim tidak bertahan cukup baik di area kotak penalti, sementara Christian Pulisic mengakui tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang ia dapatkan.
Tim AS Kehilangan Banyak Pemain Kunci
Amerika Serikat tampil tanpa beberapa pemain inti yang mengalami cedera, termasuk Sergiño Dest, Chris Richards, Miles Robinson dan Tyler Adams.
Kondisi tersebut membuat Pochettino menempatkan Tim Weah sebagai bek kanan, posisi yang bukan peran alaminya.
Di sisi lain, Belgia juga tidak diperkuat Romelu Lukaku, Leandro Trossard, Hans Vanaken dan Thibaut Courtois.
Pelatih Belgia Rudi Garcia menilai AS tampil lebih agresif di awal pertandingan sebelum performa timnya meningkat di babak kedua.
Amerika Serikat akan menghadapi Portugal dalam laga uji coba terakhir sebelum Pochettino mengumumkan daftar pemain untuk Piala Dunia pada akhir Mei.
Pulisic menegaskan bahwa timnya harus mampu mengalahkan lawan-lawan kuat jika ingin melangkah jauh di turnamen.(*)
Editor : Heri Sugiarto