PADEK.JAWAPOS.COM–Harapan Semen Padang FC untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia resmi pupus. Kekalahan tipis 1-0 dari Dewa United FC pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Serang, Minggu (3/5/2026), memastikan Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Gol tunggal kemenangan tuan rumah dicetak Noah Sadaoui pada menit ke-32 setelah memanfaatkan umpan dari Johnathan Pereira. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat, meski Semen Padang mampu memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan.
Berdasarkan statistik, Dewa United unggul penguasaan bola 59 persen, sementara Semen Padang justru lebih efektif dalam tembakan tepat sasaran dengan enam peluang ke gawang. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat Kabau Sirah gagal mencuri poin penting.
Baca Juga: Susunan Pemain Dewa United vs Semen Padang FC: Ujian Berat Kabau Sirah di Serang
Kekalahan ini membuat Semen Padang tetap tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 31 pertandingan. Dengan hanya tiga laga tersisa, poin maksimal yang bisa diraih adalah 29 angka.
Jumlah tersebut tidak cukup untuk menyalip Madura United FC yang berada di batas aman dengan 29 poin dan unggul head-to-head atas Semen Padang.
Situasi ini memastikan tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut kembali turun kasta ke Liga 2, mengulang tragedi musim 2019 ketika mereka juga gagal bertahan di Liga 1.
Baca Juga: Skenario Manchester United, Liverpool, dan Aston Villa Bisa Lolos Liga Champions Akhir Pekan Ini
Secara permainan, Semen Padang sebenarnya menunjukkan semangat juang tinggi. Mereka mencatat sembilan total tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang, bahkan lebih baik dibandingkan Dewa United yang hanya menghasilkan empat shots on target.
Namun dominasi bola, efektivitas serangan, serta solidnya pertahanan Dewa United membuat Kabau Sirah pulang tanpa poin.
Pelatih dan manajemen Semen Padang kini menghadapi pekerjaan besar untuk membangun kembali kekuatan tim demi bersaing di Liga 2 musim depan.
Baca Juga: Warga RT Sinergi Kuranji Unjuk Kekompakan, Juri Padang Rancak Award Langsung Terkesan
Sementara bagi suporter setia Kabau Sirah, hasil ini menjadi pukulan berat setelah musim penuh perjuangan berakhir dengan kenyataan pahit.
Degradasi ini menjadi alarm serius bagi evaluasi menyeluruh klub, mulai dari komposisi pemain, strategi, hingga konsistensi performa sepanjang musim, agar Semen Padang dapat segera kembali ke panggung Liga 1. (*)
Editor : Adetio Purtama