PADEK.JAWAPOS.COM — Perguruan Silat Paguyuban Kesilatnas Perisai Diri 1955 Sumatera Barat menyoroti transparansi seleksi atlet pencak silat Porprov yang digelar IPSI Kota Padang di GOR PT Semen Padang, setelah sejumlah atlet berprestasi mereka disebut tidak diundang mengikuti seleksi pada Mei 2026.
Pelatih Paguyuban Kesilatnas Perisai Diri 1955 Sumbar, Ricky Mendoza, mengaku kecewa terhadap mekanisme seleksi yang dinilai tertutup dan tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh atlet berprestasi di Kota Padang.
“Kami sudah mempertanyakan langsung kepada Ketua IPSI Kota Padang melalui pesan WhatsApp, tetapi sampai sekarang belum ada penjelasan yang jelas. Kami merasa perguruan kami diperlakukan tidak adil oleh IPSI Kota Padang,” ujar Ricky, Senin (11/5/2026).
Menurut Ricky, sejumlah atlet binaannya memiliki prestasi tingkat provinsi hingga internasional, namun tidak menerima undangan mengikuti seleksi Porprov. Ia menilai kondisi tersebut merugikan atlet yang selama ini aktif berprestasi membawa nama daerah.
Baca Juga: Turnamen Minisoccer JPS Cup 2026 Siap Meriahkan Padang Sambut Piala Dunia
“Seharusnya atlet-atlet kami yang sudah berprestasi diberi kesempatan mengikuti seleksi. Namun kenyataannya kami sama sekali tidak menerima undangan. Kami merasa dizalimi dan dirugikan,” katanya.
Ricky menyebut proses seleksi semestinya dilakukan secara terbuka sesuai mekanisme organisasi yang diatur dalam AD/ART IPSI. Ia meminta seluruh perguruan mendapatkan kesempatan yang sama dalam proses penjaringan atlet.
Ia kemudian membeberkan dua atlet yang dinilai layak dipanggil mengikuti seleksi Porprov, yakni Aditya Sastra Maulana di kelas B dewasa putra dan Muhammad Alfa Rezi di kelas I dewasa putra.
Aditya tercatat meraih Juara I Kejuaraan Pencak Silat Bhayu Manunggal Championship 2025 tingkat nasional, Juara I Tanah Melayu Championship 2026 tingkat internasional, serta Juara I National Student Sports Competition 2025.
Baca Juga: Pemkab Solok Resmi Luncurkan Tahapan Pilwana Serentak 2026, Pemungutan Suara Digelar 9 September
Sementara Muhammad Alfa Rezi berhasil meraih Juara I 3rd International Indonesian Pencak Silat Open Championship 2025 tingkat internasional dan Juara II Bhayu Manunggal Championship 2025 tingkat nasional.
“Dengan berbagai prestasi yang diraih Aditya dan Rezi, menurut kami tidak ada alasan bagi IPSI Kota Padang untuk tidak memanggil keduanya untuk mengikuti seleksi Porprov. Kedua atlet kami ini sudah membuktikan kualitasnya di berbagai kejuaraan,” tegas Ricky.
Ia berharap IPSI Kota Padang memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme pemanggilan atlet agar tidak memunculkan kesan diskriminatif terhadap perguruan tertentu.
“Kami hanya ingin ada keadilan dan transparansi. Jangan sampai atlet-atlet yang sudah berjuang dan berprestasi justru tidak mendapatkan kesempatan,” ujarnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 12 Mei 2026, Padang Panjang Berpotensi Hujan Petir
Ketua IPSI Kota Padang, Zuhardi Z Latief, membantah pihaknya menutup peluang bagi atlet berprestasi untuk mengikuti seleksi.
Ia menjelaskan, seleksi tidak dibuka secara umum karena beberapa kelas telah diisi atlet Kota Padang yang sedang menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda).
“Kami memang tidak membuka seleksi secara umum karena atlet Pelatda tidak lagi mengikuti seleksi. Seleksi hanya dilakukan untuk kelas-kelas di luar atlet yang sedang mengikuti Pelatda,” kata Zuhardi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Menurutnya, atlet yang dipanggil mengikuti seleksi merupakan atlet yang memiliki prestasi di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara detail proses pemanggilan atlet karena teknis seleksi dilakukan oleh tim pelatih dan pengurus lainnya.
“Kalau memang ada atlet yang memenuhi syarat tetapi tidak diundang, saya tidak tahu secara rinci. Karena proses pemanggilan dilakukan oleh tim pelatih. Ada Yuharmen dan juga Sekretaris Umum IPSI Kota Padang, Hendri Aji,” ujarnya.
Polemik seleksi atlet Porprov ini memunculkan sorotan terhadap transparansi pembinaan pencak silat di Kota Padang. Sejumlah pihak berharap IPSI Kota Padang segera membuka komunikasi dengan seluruh perguruan agar proses seleksi berjalan profesional dan menjaga semangat pembinaan atlet daerah.(*)
Editor : Hendra Efison