Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nagari Sitiung Bangkit di DCL 2026, PS Sitiung Putra Hidupkan Lagi Tradisi Juara

Zulfia Anita • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:40 WIB
Nagari Sitiung bangkit di DCL 2026 dengan menghidupkan kembali kejayaan PS Sitiung Putra melalui kekuatan pemain lokal dan semangat baru.
Nagari Sitiung bangkit di DCL 2026 dengan menghidupkan kembali kejayaan PS Sitiung Putra melalui kekuatan pemain lokal dan semangat baru.

DHARMASRAYA, PADEK.JAWAPOS.COM — Nagari Sitiung kembali membangkitkan semangat sepakbola lewat keikutsertaan di Dharmasraya Champion League (DCL) 2026 setelah hampir dua dekade kejayaan PS Sitiung Putra perlahan meredup.

Mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior, tim yang membawa identitas nagari itu kini menargetkan lolos 16 besar dan kembali menjadi kekuatan sepakbola Dharmasraya.

Kebangkitan sepakbola Sitiung tidak lepas dari sejarah panjang yang pernah mengangkat nama nagari tersebut sebagai salah satu tim paling disegani di Dharmasraya pada era awal pemekaran kabupaten.

Saat Dharmasraya baru berdiri pada 2004 dan resmi berkembang sebagai daerah otonom setelah lepas dari Kabupaten Sijunjung, gairah sepakbola tumbuh pesat di berbagai kecamatan dan nagari.

Baca Juga: Pemko Payakumbuh Dukung Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Lewat Optimalisasi Tambahan TKD

Memasuki 2006, kompetisi Liga Dharmasraya yang digagas pada masa Bupati Marlon Martua menjadi panggung lahirnya sejumlah tim kuat, termasuk PS Sitiung Putra.

Di bawah dukungan jajaran Pengda PSSI Dharmasraya saat itu yang dipimpin Andreas bersama Ketua Harian Sutan M. Taufik, Sekretaris Umum Jasrul dan Bendahara Umum Aidil Fitri, kompetisi lokal berkembang menjadi hiburan masyarakat sekaligus ruang lahirnya talenta sepakbola daerah.

PS Sitiung Putra pun menjelma menjadi salah satu kekuatan utama. Meski sempat gagal di final Liga Dharmasraya usai dikalahkan Piruko Putra Koto Baru, tim ini tetap mendominasi berbagai turnamen sepanjang 2006 hingga 2010.

Era Keemasan PS Sitiung Putra

Pada masa keemasannya, PS Sitiung Putra diperkuat sejumlah pemain yang cukup dikenal di Dharmasraya seperti Febrison, Taufiqurrahman, Fadli, Afrizal, Roni Pasla hingga penjaga gawang Fiktor.

Baca Juga: Pemko Payakumbuh Wajibkan Belanja Pemerintah Lewat e-Katalog Versi 6, Perkuat Pengadaan Digital

Hampir di setiap turnamen lokal, tim asal Sitiung itu selalu mampu menembus partai final bahkan beberapa kali keluar sebagai juara. Basis pendukung yang kuat membuat pertandingan PS Sitiung Putra kala itu selalu dipadati penonton.

Namun seiring berjalannya waktu, nama besar sepakbola Sitiung mulai meredup. Meski sempat meraih gelar juara dalam turnamen Sitiung Putra Cup dua tahun lalu, dominasi tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan asli putra daerah karena banyak diperkuat pemain dari luar Dharmasraya.

Kini melalui DCL 2026, semangat membangun kembali identitas sepakbola nagari mulai dihidupkan. Tim yang membawa nama Nagari Sitiung FC menghimpun kekuatan pemain lokal dari empat basis wilayah utama yakni Sitiung Lamo, Pulai, Blok A Piruko, dan Pisang Rebus.

Pelatih Nagari Sitiung FC, Febrison mengatakan fokus utama pembenahan tim saat ini berada pada peningkatan kondisi fisik pemain agar mampu bersaing di kompetisi yang diperkirakan berlangsung ketat.

Baca Juga: Herman Sudah Dua-Tiga Kali ke Palestina

“Hal utama yang saya benahi adalah fisik sehingga mencapai top performance,” ujar Febrison.

Kombinasi Pemain Senior dan Talenta Muda

Menurut Febrison, ketahanan fisik menjadi fondasi utama dalam sepakbola modern karena menentukan efektivitas penerapan strategi di lapangan.

“Dengan fisik yang prima kita bisa memakai taktik apa pun. Bertahan total atau menyerang konstan sama-sama bisa dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan seluruh pemain mendapatkan porsi latihan yang sama tanpa membedakan status senior maupun junior. Bahkan sejumlah pemain senior tetap diwajibkan mengikuti menu latihan intensif yang diterapkan tim pelatih.

“Saya tidak pandang bulu dalam membenahi fisik ini. Bahkan pemain senior macam Fadli saja terpaksa mengikuti menu latihan saya,” ujarnya.

Baca Juga: Israel Bebaskan Semua Aktivis setelah Dianiaya, Termasuk 9 WNI, Diterbangkan ke Turki Dulu

Saat ini skuad Nagari Sitiung FC diperkuat kombinasi pemain muda dan senior berpengalaman. Nama-nama seperti Fadli dan Ikhlas menjadi tulang punggung tim dalam menghadapi DCL 2026.

“Kita punya Fadli, striker senior kaya pengalaman, yang sudah bermain sejak 2006, dan juga Ikhlas yang punya pengalaman di Porprov, selain itu di tim ada banyak pemain muda yang baru menimba pengalaman,” tambahnya.

Selama masa persiapan, Nagari Sitiung FC telah menjalani tiga laga uji coba dengan hasil cukup positif. Mereka bermain imbang melawan PSGM Gunung Medan dan Merpati FC Tebing Tinggi serta menang atas Panyubarangan.

Tim juga masih mengagendakan laga uji coba melawan Koto Nan IV Dibawah sebelum kompetisi resmi dimulai.

Bergabung di Zona III DCL 2026, Febrison mengaku tetap mewaspadai kekuatan Nagari Tabek yang diperkuat mantan pemain PON Sumbar, Rantos. Meski demikian, ia optimistis semangat kolektivitas pemain Sitiung mampu membawa tim melangkah jauh.

“Target kita lolos 16 besar, setelah itu kita akan mengejar juara,” tukasnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#DCL 2026 #Dharmasraya Champion League #Nagari Sitiung FC #PS Sitiung Putra #sepakbola Dharmasraya