Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Final Liga Champions 2026: Ronaldinho dan Ibrahimovic Pimpin Reuni Akbar Legenda PSG di Budapest

Heri Sugiarto • Sabtu, 30 Mei 2026 | 00:41 WIB
Sesi latihan resmi skuad PSG di Stadion Puskas Arena Budapest jelang partai final UCL 2026 melawan Arsenal.(Foto: UEFA)
Sesi latihan resmi skuad PSG di Stadion Puskas Arena Budapest jelang partai final UCL 2026 melawan Arsenal.(Foto: UEFA)

PADEK.JAWAPOS.COM-Menyambut partai final Liga Champions UEFA 2025/2026 kontra Arsenal, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB, Paris Saint-Germain (PSG) tidak hanya menyiapkan kekuatan taktis di lapangan. Presiden PSG secara khusus menggelar inisiatif besar dengan memboyong lebih dari 30 sosok kunci dan legenda lintas generasi yang telah membentuk sejarah panjang klub ke Budapest, Hungaria.

Kehadiran para mantan penggawa Les Parisiens ini menjadi simbol penting dari nilai utama proyek PSG: penyerahan estafet perjuangan antargenerasi untuk menuliskan babak baru klub yang telah mengukir tempatnya di panggung tertinggi Eropa, bab demi bab.

Ronaldinho hingga Ibrahimovic Turun Gunung ke Budapest

Nama-nama besar yang melekat kuat dalam memori kolektif publik, terutama para pendukung PSG, dipastikan hadir di Puskas Arena Hungaria untuk memberikan dukungan moral secara langsung.

Dari pemain yang tumbuh melalui akademi klub hingga mereka yang mengenakan warna kebanggaan PSG di panggung internasional terbesar, semuanya berkumpul dalam satu kesempatan istimewa ini.

Daftar legenda PSG yang melakukan perjalanan bersejarah ke Budapest di antaranya adalah: Jimmy Algérino, Milan Bisevac, Clément Chantôme, Amara Diané, Didier Domi, Boukary Dramé, David Ginola, Ludovic Giuly, Guillaume Hoarau, Zlatan Ibrahimovic, Christophe Jallet, Presnel Kimpembe, Laurent Leroy, Danijel Ljuboja, David Luiz, Claude Makélélé, Blaise Matuidi, Patrick Mboma, Jérémie Ménez, Bruno Ngotty, Bartholomew Ogbeche, Fabrice Pancrate, Javier Pastore, Pedro Miguel Pauleta, Eric Rabesandratana, Ronaldinho, Jérôme Rothen, Mamadou Sakho, Amara Simba, Salvatore Sirigu, Juan-Pablo Sorin, Siaka Tiéné, Sammy Traoré, dan Jean-Luc Vasseur.

Misi Sakral Presnel Kimpembe di Opening Ceremony

Salah satu momen paling emosional dan menjadi sorotan utama dalam rangkaian partai puncak ini adalah penunjukan Presnel Kimpembe. Produk asli akademi PSG tersebut mendapatkan kehormatan besar untuk membawa trofi Si Kuping Besar masuk ke dalam lapangan guna memulai upacara pembukaan (opening ceremony).

Prosesi ini melanjutkan tradisi simbolis klub pada tahun lalu, di mana legenda PSG lainnya, Javier Pastore, juga mendapatkan kehormatan serupa untuk membawa trofi.

Dikutip dari laman resmi PSG, pemilihan Kimpembe membawa simbolisme yang sangat kuat bagi publik Les Parisiens. Ia adalah perwujudan nyata dari pemain lokal yang tumbuh melalui jajaran akademi klub hingga berhasil menjadi ikon kebanggaan serta salah satu sosok yang merepresentasikan kejayaan Paris Saint-Germain saat ini.

Hubungan Kuat Masa Lalu, Hari Ini, dan Masa Depan

Kehadiran para legenda di Budapest memegang arti yang sangat krusial bagi PSG. Langkah ini bukan sekadar penghormatan formal bagi mereka yang pernah berkeringat demi lambang klub di dada, melainkan bentuk perayaan terhadap keunikan identitas PSG.

Pihak PSG menegaskan bahwa kehadiran para mantan pemain ini memperlihatkan adanya ikatan kuat yang tidak terputus antara masa lalu, masa kini, dan masa depan klub. Setiap generasi yang hadir dinilai ikut andil dalam membantu mempromosikan nama Paris dan warna klub ke seluruh penjuru dunia.

Dengan dukungan penuh dari para legenda yang telah memahat nama besar klub, PSG siap turun ke lapangan Puskas Arena dengan kepercayaan diri tinggi untuk mengukir sejarah emas baru di kompetisi tertinggi Eropa.

Luis Enrique: Ambisi Meraih Gelar Kedua Jauh Lebih Besar

Dalam konferensi pers resmi menjelang laga, pelatih kepala PSG, Luis Enrique, merefleksikan perjalanan luar biasa anak asuhnya sepanjang kompetisi musim ini. Ia memuji ketangguhan mental skuadnya, terutama dalam melewati fase gugur yang penuh tekanan.

"Saya menyukai semua pertandingan yang kami mainkan di kompetisi musim ini. Kami telah menunjukkan, khususnya dalam delapan pertandingan babak sistem gugur tersebut, betapa bagusnya tim kami. Kami harus menderita di pertandingan-pertandingan itu, tetapi kami menunjukkan tim seperti apa kami ini," ujar Luis Enrique, dikutip dari laman resmi UEFA.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga mengingatkan anak asuhnya untuk menikmati setiap detik di Puskas Arena, karena kesempatan mencicipi atmosfer final kompetisi tertinggi Eropa tidak datang setiap waktu.

Mengenai status PSG sebagai juara bertahan setelah menumbangkan Inter Milan 5-0 di partai puncak musim lalu, Enrique memberikan pandangan yang realistis. Ia menilai skor telak musim lalu tidak mencerminkan perbedaan level yang sesungguhnya, karena laga final selalu menyajikan atmosfer berbeda yang dipenuhi ketegangan dan antisipasi tinggi.

Sejak tiba di Paris pada tahun 2023, Enrique mengakui bahwa membawa PSG ke puncak Eropa adalah rencana jangka panjang klub, walau kesuksesan tersebut datang lebih cepat dari perkiraan semula berkat fasilitas mewah dan kualitas pemain yang mumpuni.

Menghadapi Arsenal, Enrique menegaskan bahwa motivasi Les Parisiens untuk mempertahankan gelar juara tidak akan luntur sedikit pun.

"Apakah Anda tahu seberapa kuat ambisi kami untuk memenangkan gelar kedua? Jauh lebih besar," tegas Luis Enrique menutup sesi wawancara.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Legenda PSG #PSG vs Arsenal #Final Liga Champions 2026 #zlatan ibrahimovic #ronaldinho