PADEK.JAWAPOS.COM – Spanyol pesta gol ke gawang Arab Saudi saat menang 4-0 pada laga Grup H Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026) malam WIB. Tiga poin ini membawa La Roja semakin dekat ke babak 32 besar, sementara Arab Saudi berada dalam posisi sulit menjelang laga terakhir grup.
Kini, Arab Saudi wajib mengalahkan Cabo Verde jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Spanyol langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dibunyikan wasit di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat.
Kembalinya Lamine Yamal ke tim inti segera berbuah hasil. Pada menit ke-10, pemain Barcelona itu membuka keunggulan setelah menyambut umpan mendatar Mikel Oyarzabal di depan gawang.
Gol tersebut membuat nama Yamal masuk catatan sejarah Piala Dunia. Berdasarkan data Opta, pemain berusia 18 tahun itu menjadi pemain kedua berusia 18 tahun atau lebih muda yang mencetak gol pertama dalam sebuah pertandingan Piala Dunia. Sebelumnya, catatan serupa hanya dimiliki Pelé saat membawa Brasil menghadapi Wales pada edisi 1958.
Arab Saudi kesulitan keluar dari tekanan. Spanyol terus menyerang dan menambah keunggulan pada menit ke-21 lewat Oyarzabal yang memanfaatkan bola hasil flick Aymeric Laporte.
Tiga menit kemudian, Oyarzabal kembali mencetak gol. Sundulan Dani Olmo mengarah kepadanya dan langsung diselesaikan dengan tendangan voli untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Penampilan Oyarzabal juga berujung pada catatan istimewa. Dua gol dan satu assist yang dibukukannya dalam 25 menit pertama membuatnya menjadi pemain kedua sejak 1966 yang terlibat dalam tiga gol pada 25 menit awal pertandingan Piala Dunia. Sebelumnya, rekor itu dicatat László Fazekas saat membela Hungaria melawan El Salvador pada 1982.
Sebelum babak pertama berakhir, Oyarzabal hampir melengkapi hattrick. Namun, tendangannya dari sudut sempit hanya menghantam mistar.
Saat turun minum, pelatih Luis de la Fuente menarik keluar Yamal dan Oyarzabal. Meski demikian, aliran serangan Spanyol tidak berhenti.
Gol keempat lahir dari situasi sepak pojok. Tembakan Marc Cucurella sempat ditepis Mohammed Al Owais, tetapi bola pantul mengenai Hassan Al Tambakti dan masuk ke gawang sendiri.
Jika melihat statistik, dominasi Spanyol memang sulit dibantah. Mereka menguasai bola 67,1 persen, berbanding 32,9 persen milik Arab Saudi.
La Roja juga mencatat expected goals (xG) sebesar 2,85, sedangkan Arab Saudi hanya 0,14. Sepanjang pertandingan, Spanyol melepaskan 22 tembakan dan delapan di antaranya mengarah ke gawang.
Permainan tim asuhan De la Fuente semakin terlihat lewat distribusi bola yang rapi. Mereka membukukan 725 operan sukses dengan akurasi mencapai 92,1 persen.
Kemenangan ini menjadi jawaban Spanyol setelah sebelumnya gagal mencetak gol saat ditahan Cabo Verde pada laga pembuka Grup H.
Pada pertandingan terakhir grup, Spanyol akan menghadapi Uruguay di Guadalajara. Di saat bersamaan, Arab Saudi harus meraih kemenangan atas Cabo Verde untuk menjaga peluang melangkah ke babak 32 besar.
Usai pertandingan, Yamal mengaku gol tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kariernya. Penyerang berusia 18 tahun itu mengatakan dirinya selalu bermimpi tampil di Piala Dunia.
"Saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia. Bisa mencetak gol pada pertandingan pertama saya sebagai starter adalah sebuah mimpi," ujar Yamal kepada DAZN.
Pemain Barcelona tersebut juga mengenang Piala Dunia sebelumnya yang ia ikuti sebagai penonton dari ruang kelas. Kini, ia merasakan langsung atmosfer turnamen terbesar sepak bola dunia bersama keluarga yang hadir di stadion.
"Piala Dunia terakhir saya saksikan dari ruang kelas. Sekarang saya bisa mencetak gol di sini dengan ibu dan keluarga saya di tribun. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," katanya.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente puas dengan respons timnya setelah hasil kurang memuaskan pada laga pembuka. Menurut dia, para pemain menjalankan rencana pertandingan dengan baik saat menghadapi Arab Saudi.
"Setiap pertandingan berbeda dan kami telah menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan hari ini adalah apa yang harus dilakukan. Semuanya berjalan dengan baik," ujar De la Fuente.
Meski menang telak, pelatih berusia 64 tahun itu meminta timnya tidak cepat puas. Ia menegaskan Spanyol masih harus terus berkembang menjelang laga terakhir Grup H melawan Uruguay.(*)
Editor : Heri Sugiarto