PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Ekuador menciptakan kejutan besar dengan menaklukkan Jerman 2-1 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey (MetLife Stadium), East Rutherford, Kamis (25/6/2026) waktu setempat.
Kemenangan ini memastikan La Tri melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Sementara itu, Jerman tetap finis sebagai juara Grup E meski menelan kekalahan pertama mereka di turnamen ini.
Jerman membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit. Berawal dari kerja sama Florian Wirtz dan Kai Havertz, bola mengarah kepada Leroy Sane yang melepaskan penyelesaian akurat untuk membawa Der Panzer unggul 1-0.
Gol cepat Leroy Sané 1:49 tercatat sebagai gol tercepat kedua Jerman sepanjang sejarah Piala Dunia. Rekor tercepat masih menjadi milik Ernst Lehner yang mencetak gol pada menit pertama saat melawan Austria di Piala Dunia 1934.
Ekuador tidak kehilangan semangat setelah tertinggal cepat. Tim asuhan Sebastián Beccacece tampil lebih agresif dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit kesembilan melalui Jhonny Angulo. Gol tersebut membuat pertandingan kembali berjalan terbuka.
Selepas gol penyeimbang, Ekuador tampil lebih percaya diri. Moisés Caicedo mengendalikan lini tengah, sedangkan Gonzalo Plata dan Enner Valencia terus memberikan tekanan kepada pertahanan Jerman.
Di sisi lain, Jerman tetap mampu menciptakan sejumlah peluang melalui Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Kai Havertz. Namun, pertahanan Ekuador tampil disiplin sehingga skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Jerman sempat memperoleh hadiah penalti setelah Kai Havertz dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit Tori Penso meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) yang menunjukkan adanya pelanggaran lebih dulu dalam proses serangan.
Momentum itu dimanfaatkan Ekuador. Pada menit ke-77, Gonzalo Plata membawa timnya berbalik unggul 2-1. Berawal dari sepak pojok, Joel Rodríguez menyundul bola ke depan gawang sebelum Plata menyambar dari jarak dekat untuk menaklukkan Manuel Neuer.
Jerman meningkatkan intensitas serangan pada sisa pertandingan. Julian Nagelsmann memasukkan sejumlah pemain pengganti, termasuk Deniz Undav dan Maximilian Beier.
Meski terus ditekan hingga masa injury time, lini belakang Ekuador mampu bertahan dengan solid. Kiper Hernán Galíndez juga tampil tenang dalam mengamankan beberapa peluang Jerman.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Ekuador.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Ekuador di Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri paceklik gol mereka setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Pantai Gading dan bermain imbang tanpa gol melawan Curaçao.
Ekuador menutup fase grup dengan koleksi empat poin dan selisih gol nol. Raihan itu cukup untuk mengantarkan mereka lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Sementara itu, Jerman tetap memuncaki Grup E dengan enam poin dari tiga pertandingan. Pantai Gading juga mengumpulkan enam poin dan finis di posisi kedua, sedangkan Curaçao berada di dasar klasemen dengan satu poin.
Bagi Ekuador, kemenangan atas Jerman menjadi salah satu hasil paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia. Setelah berada di ambang eliminasi, La Tri bangkit pada laga penentuan dan berhasil mengamankan tiket ke fase gugur berkat penampilan disiplin serta efektif sepanjang pertandingan.(*)
Editor : Heri Sugiarto