Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

28 Tim Perebutkan Piala Bergilir Evi Yandri di Festival Sipak Rago se-Sumbar

Randi Zulfahli • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:36 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, berfoto bersama pihak Museum Adityawarman dalam Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Randi/Padeks)
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, berfoto bersama pihak Museum Adityawarman dalam Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Randi/Padeks)

PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak 28 tim dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengikuti Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat untuk memperebutkan Piala Bergilir Evi Yandri Rajo Budiman.

Festival yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Gedung Rohana Kudus, kompleks GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, menjadi upaya menghidupkan kembali permainan tradisional khas Minangkabau di tengah perkembangan olahraga modern.

Festival mengusung tema "Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago" dan dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, Sabtu (11/7/2026).

Evi Yandri mengatakan Sipak Rago merupakan warisan budaya Minangkabau yang tidak hanya mengandalkan ketangkasan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong.

"Permainan masyarakat Minangkabau ini adalah tradisi yang diwarisi secara turun-temurun yang memiliki nilai-nilai luhur. Nilai luhur yang terkandung dalam permainan anak nagari ini berbeda dengan permainan sepak takraw," ujar Evi Yandri.

Sipak Rago Ajarkan Kekompakan dan Gotong Royong

Evi menjelaskan, Sipak Rago memiliki filosofi yang berbeda dengan sepak takraw. Jika sepak takraw dimainkan dengan saling berhadapan dan berupaya mengalahkan lawan, Sipak Rago lebih menonjolkan kerja sama antarpemain agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin.

"Tercermin kekompakan, ketangkasan, tidak ada sakit hati, tidak mau balas dendam, dan selalu memberikan yang terbaik. Permainan tersebut dibutuhkan kerja tim dan kekompakan sehingga bola bisa bertahan lama di udara," katanya.

Menurut Evi, filosofi itu mengajarkan setiap pemain untuk tetap memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meski menerima bola dalam kondisi yang kurang ideal.

Nilai saling membantu tersebut dinilai relevan untuk terus diwariskan kepada generasi muda.

Ia juga mengungkapkan, secara historis Sipak Rago pernah menjadi media bagi generasi muda Minangkabau untuk berlatih ketangkasan pada masa penjajahan, ketika masyarakat dilarang mempelajari ilmu silat secara terbuka.

Saat ini, tradisi Sipak Rago disebut masih bertahan di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman.

Di Kota Padang sendiri, permainan tersebut masih aktif dimainkan di Kecamatan Kototangah, Kuranji, dan Nanggalo.

Festival Jadi Upaya Pelestarian Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, mengatakan Sipak Rago merupakan olahraga tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Menurutnya, permainan tersebut mengandung berbagai nilai, mulai dari sejarah, sportivitas, kolaborasi, disiplin, kebersamaan, hingga seni ketangkasan.

Karena itu, penyelenggaraan festival dinilai penting agar permainan tradisional tersebut tetap dikenal dan diminati generasi muda.

Dinas Kebudayaan Sumbar juga mengapresiasi dukungan Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman yang mengalokasikan dana pokok pikiran (pokir) untuk penyelenggaraan festival sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.

Apresiasi juga disampaikan Camat Kuranji Rozaldi Rosman. Ia menilai festival tersebut menjadi ruang bagi anak nagari untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui permainan tradisional.

Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat memperebutkan Piala Bergilir Evi Yandri Rajo Budiman serta total hadiah uang tunai sebesar Rp29,5 juta.

Pembukaan festival ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman didampingi unsur Forkopimda, LPM, Babinsa, dan para tamu undangan.(*)

Editor : Hendra Efison
Festival Sipak Rago Piala Bergilir Evi Yandri Sipak Rago Sumbar 28 tim Sipak Rago Budaya Minangkabau