PADEK.JAWAPOS.COM – Perjalanan N'Golo Kanté bersama Timnas Prancis di dua edisi Piala Dunia terakhir menghadirkan ironi. Setelah gagal tampil di Piala Dunia 2022 karena cedera, gelandang bertahan berusia 35 tahun itu kembali masuk skuad Les Bleus pada Piala Dunia 2026. Namun, hingga Prancis tersingkir di semifinal, Kanté tidak mendapat kesempatan bermain satu menit pun.
Prancis mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal, Rabu (15/7/2026) WIB.
Kekalahan itu sekaligus menutup perjalanan Kanté di turnamen tanpa satu pun penampilan di lapangan.
Berdasarkan data pertandingan Piala Dunia 2026, nama Kanté selalu berada dalam skuad Prancis sepanjang turnamen.
Namun, pelatih Didier Deschamps tidak pernah menurunkannya, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.
Situasi tersebut menjadi kontras dengan kiprah Kanté pada era kejayaan Prancis. Gelandang yang dikenal memiliki kemampuan merebut bola dan menjaga keseimbangan lini tengah itu merupakan salah satu pilar saat Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia.
Nasib Berbeda dalam Dua Piala Dunia
Empat tahun lalu, Kanté bahkan tidak memiliki kesempatan berangkat ke Qatar. Cedera hamstring yang dialaminya membuat ia absen dari Piala Dunia 2022 sehingga gagal membantu Prancis yang akhirnya menjadi runner-up usai kalah dari Argentina melalui adu penalti di final.
Pada Piala Dunia 2026, kondisinya berbeda. Kanté kembali dipanggil memperkuat tim nasional dan masuk dalam daftar pemain yang dibawa Deschamps ke Amerika Utara.
Namun, kesempatan yang dinantikan itu tidak pernah datang. Sejak fase grup hingga semifinal, Deschamps memilih opsi lain di lini tengah sehingga Kanté hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.
Keputusan tersebut menjadi perhatian setelah Prancis gagal melangkah ke final. Apalagi, Les Bleus kesulitan mengimbangi permainan Spanyol yang tampil dominan dalam penguasaan bola dan distribusi permainan di lini tengah pada laga semifinal.
Warisan Sang Juara Dunia
Meski tidak mendapat menit bermain di Piala Dunia 2026, kontribusi Kanté bagi sepak bola Prancis tetap tidak terbantahkan.
Ia menjadi bagian penting dari generasi emas Les Bleus yang menjuarai Piala Dunia 2018, sekaligus dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik pada masanya.
Perjalanan di dua edisi Piala Dunia terakhir pun menjadi gambaran perubahan fase dalam kariernya.
Jika pada 2022 ia harus menepi karena cedera, maka pada 2026 ia kembali ke panggung dunia, tetapi hanya menjadi penonton dari bangku cadangan.
Hingga Prancis mengakhiri kiprahnya di semifinal, catatan Kanté tetap tidak berubah: nol menit bermain sepanjang turnamen.
Fakta itu menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu bab paling pahit dalam perjalanan internasional sang juara dunia bersama Les Bleus. (*)
Editor : Hendra Efison