Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bukan Hanya Messi dan Yamal, Kedalaman Skuad Spanyol dan Argentina Bisa Jadi Penentu Juara Piala Dunia 2026

Hendra Efison • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:47 WIB
Final Piala Dunia 2026 diprediksi ditentukan kedalaman skuad Spanyol dan Argentina, bukan hanya aksi Lionel Messi maupun Lamine Yamal semata. (ilustrasi AI)
Final Piala Dunia 2026 diprediksi ditentukan kedalaman skuad Spanyol dan Argentina, bukan hanya aksi Lionel Messi maupun Lamine Yamal semata. (ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM – Final Piala Dunia 2026 dipastikan mempertemukan Spanyol dan Argentina setelah La Albiceleste menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 di semifinal. Di atas kertas, duel ini memang menghadirkan sorotan kepada dua megabintang, Lionel Messi dan Lamine Yamal, namun perebutan trofi dunia diperkirakan lebih ditentukan oleh kedalaman skuad kedua tim daripada aksi individu semata.

Sepanjang turnamen, Spanyol dan Argentina sama-sama menunjukkan kualitas kolektif yang sulit ditandingi.

Kedua tim tidak hanya memiliki sebelas pemain inti berkelas dunia, tetapi juga bangku cadangan yang mampu mengubah ritme pertandingan ketika dibutuhkan.

Dalam sepak bola modern, laga final kerap ditentukan oleh efektivitas pergantian pemain. Ketika intensitas pertandingan meningkat pada babak kedua, kehadiran pemain pelapis dengan kualitas setara menjadi faktor yang dapat mengubah jalannya laga.

Spanyol Unggul pada Kedalaman di Hampir Semua Lini

Spanyol datang ke partai puncak dengan salah satu skuad paling komplet di turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente memiliki keseimbangan antara pemain muda, pemain berpengalaman, serta variasi karakter di setiap lini.

Di sektor penjaga gawang, Unai Simón tetap menjadi pilihan utama. Lini belakang diperkuat Robin Le Normand, Marc Cucurella, serta sejumlah bek yang mampu membangun serangan dari area pertahanan.

Kekuatan terbesar Spanyol berada di lini tengah. Rodri menjadi pengatur keseimbangan permainan, sementara Pedri, Dani Olmo, dan Fabián Ruiz menawarkan kreativitas sekaligus mobilitas tinggi untuk mengontrol pertandingan.

Di lini depan, Lamine Yamal dan Nico Williams menghadirkan kecepatan serta kemampuan duel satu lawan satu yang menjadi senjata utama La Roja sepanjang turnamen.

Yang membuat Spanyol semakin berbahaya adalah kualitas pemain pengganti. Mikel Merino, Ferran Torres, Álex Baena, Martín Zubimendi, Yeremy Pino, hingga Ayoze Pérez memberikan banyak opsi taktik bagi pelatih tanpa menurunkan kualitas permainan.

Kedalaman skuad ini memungkinkan Spanyol tetap bermain dengan intensitas tinggi hingga menit-menit akhir.

Argentina Andalkan Mental Juara dan Pengalaman Pemain Besar

Di kubu Argentina, Lionel Scaloni memiliki skuad yang sarat pengalaman menghadapi pertandingan besar. Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan sekaligus sumber inspirasi bagi tim.

Messi didukung Julián Álvarez sebagai ujung tombak, sementara Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan Rodrigo De Paul menjadi motor permainan di lini tengah.

Pertahanan Argentina juga dikenal solid berkat duet Cristian Romero dan Lisandro Martínez. Di bawah mistar, Emiliano Martínez kembali menjadi salah satu kiper paling berpengaruh sepanjang turnamen berkat ketenangan dan kemampuannya membaca situasi krusial.

Kekuatan Argentina tidak berhenti pada sebelas pemain utama. Lautaro Martínez, Alejandro Garnacho, Giovani Lo Celso, Leandro Paredes, Nicolás González, Exequiel Palacios, hingga Ángel Correa siap memberikan warna baru ketika pertandingan memasuki fase penentuan.

Kehadiran para pemain tersebut membuat Argentina memiliki fleksibilitas untuk mengubah pendekatan permainan, baik saat mengejar gol maupun mempertahankan keunggulan.

Bangku Cadangan Berpotensi Menjadi Pembeda Final

Jika dibandingkan per lini, Spanyol memiliki keunggulan tipis dari sisi kedalaman skuad. Hampir setiap posisi memiliki pelapis dengan kualitas yang mendekati pemain inti sehingga rotasi tidak banyak memengaruhi keseimbangan permainan.

Sebaliknya, Argentina unggul dalam pengalaman dan mental bertanding. Banyak pemain mereka telah melewati pertandingan-pertandingan bertekanan tinggi, sehingga tetap mampu tampil tenang pada momen-momen krusial.

Karena itu, final diperkirakan tidak hanya menjadi panggung bagi Messi atau Yamal. Keputusan pelatih melakukan pergantian pemain, efektivitas bangku cadangan, hingga kemampuan menjaga intensitas permainan selama 90 menit atau lebih berpotensi menjadi faktor yang menentukan siapa yang akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, partai puncak diprediksi berlangsung ketat. Jika Spanyol mengandalkan kedalaman skuad dan permainan kolektif, Argentina membawa modal pengalaman, efektivitas, serta kemampuan para pemain bintangnya tampil menentukan di saat-saat paling penting.

Itulah yang membuat final Piala Dunia 2026 layak dinantikan sebagai pertarungan dua kekuatan terbaik turnamen.(*)

Editor : Hendra Efison
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina kedalaman skuad lionel messi lamine yamal