Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UAS Bersama, Mutu Pendidikan Meningkat

Adriyanto Syafril • Sabtu, 9 Mei 2026 | 06:01 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penulis : Elvis Betrizon - Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman

Babak baru dunia pendidikan di Kota Pariaman mulai terlihat melalui pelaksanaan penyusunan soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) secara bersama oleh guru-guru SD dan SMP di bawah pembinaan pengawas sekolah serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Bidang Pendidikan Dasar).

Langkah ini bukan sekadar perubahan teknis dalam penyusunan soal, tetapi menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem evaluasi pendidikan yang lebih terarah, berkualitas, dan berkeadilan. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang semakin kompleks, Kota Pariaman menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan sistem penilaian yang tidak hanya mengukur hasil belajar peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memetakan kualitas pendidikan daerah secara menyeluruh.

Selama ini, kualitas pendidikan seringkali diukur dari hasil ujian peserta didik, namun belum sepenuhnya didukung oleh sistem penyusunan soal yang terstandar, kolaboratif, dan berbasis kualitas. Tidak jarang ditemukan perbedaan tingkat kesulitan soal antar sekolah yang menyebabkan hasil evaluasi belum sepenuhnya dapat dijadikan acuan yang objektif dalam melihat capaian pembelajaran peserta didik. Tahun ini, Kota Pariaman mengambil langkah progresif dengan melibatkan guru-guru terbaik untuk bersama-sama merakit soal berdasarkan capaian pembelajaran, kompetensi peserta didik, karakteristik kurikulum, serta kebutuhan nyata dunia pendidikan saat ini.

Kehadiran pengawas sekolah dan dinas serta kepala sekolah sebagai pembina menjadi jaminan bahwa proses penyusunan soal berjalan lebih terukur, objektif, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan. Dalam proses tersebut, guru tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan berdiskusi, melakukan telaah soal, menyamakan persepsi, hingga memastikan bahwa soal yang dihasilkan benar-benar relevan dengan tujuan pembelajaran. Kolaborasi ini menjadi budaya kerja baru yang sangat positif karena mendorong lahirnya semangat berbagi praktik baik antarpendidik. Guru tidak hanya menjadi pelaksana pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem evaluasi pendidikan yang berkualitas.

Kegiatan penyusunan soal bersama ini memiliki banyak kelebihan dan manfaat strategis bagi dunia pendidikan Kota Pariaman. Pertama, kualitas soal menjadi lebih baik karena melalui proses kajian dan validasi bersama. Soal yang disusun tidak lagi hanya mengukur kemampuan menghafal, tetapi mulai diarahkan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, pemahaman konsep, kemampuan bernalar, serta keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah. Hal ini sangat penting karena tantangan pendidikan masa kini tidak lagi hanya menuntut peserta didik mengetahui banyak hal, tetapi juga mampu berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan secara tepat.

Kedua, adanya keseragaman standar penilaian antarsekolah sehingga hasil UAS dapat menjadi salah satu pijakan yang lebih objektif dalam memetakan mutu pendidikan di Kota Pariaman. Dengan adanya standar soal yang disusun bersama, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai capaian kompetensi peserta didik di berbagai sekolah. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan, pemerataan kualitas pembelajaran, hingga penentuan program pembinaan bagi sekolah maupun guru. Dengan kata lain, UAS tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun pendidikan berbasis data dan kualitas.

Ketiga, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi guru. Ketika guru terlibat dalam penyusunan soal bersama, secara tidak langsung mereka belajar mengenai penyusunan instrumen penilaian yang baik, teknik penyusunan soal berbasis kompetensi, hingga cara mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pengalaman ini akan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di kelas karena guru menjadi lebih memahami keterkaitan antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan sistem evaluasi yang digunakan.

Langkah maju ini juga sangat sejalan dengan semangat program unggulan Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah Kota Pariaman menyadari bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Oleh sebab itu, berbagai program pendidikan diarahkan untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan mampu bersaing di masa depan. Penyusunan soal UAS secara bersama ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana pemerintah daerah berupaya memperkuat fondasi mutu pendidikan mulai dari sistem evaluasinya.

Selain itu, program ini juga mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun pendidikan. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi memerlukan keterlibatan banyak pihak, mulai dari guru, pengawas, kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga pemerintah daerah. Ketika semua pihak bergerak bersama dengan tujuan yang sama, maka kualitas pendidikan akan lebih mudah ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan. Semangat gotong royong dan kolaborasi inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama pendidikan di Kota Pariaman saat ini.

Ke depan, langkah baik ini perlu terus diperkuat dan dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas. Guru-guru perlu mendapatkan pelatihan berkelanjutan terkait penyusunan soal berbasis kompetensi, literasi, numerasi, dan HOTS. Pendampingan dari pengawas sekolah juga perlu dilakukan secara konsisten agar kualitas soal terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, Kota Pariaman juga dapat mulai membangun bank soal daerah yang terstandar dan terdokumentasi dengan baik sebagai sumber referensi bersama bagi sekolah-sekolah.

 

Tidak kalah penting, hasil UAS perlu dianalisis secara lebih mendalam untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan peserta didik pada setiap mata pelajaran. Dari hasil analisis tersebut, sekolah dapat menyusun program tindak lanjut yang lebih tepat sasaran, seperti penguatan pembelajaran, remedial, pendampingan belajar, maupun peningkatan kompetensi guru pada bidang tertentu. Dengan demikian, hasil ujian benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi angka dalam laporan pendidikan.

Babak baru ini menunjukkan bahwa Kota Pariaman sedang bergerak menuju sistem pendidikan yang lebih maju, terukur, dan berkualitas. Penyusunan soal UAS secara bersama bukan hanya tentang membuat soal ujian, tetapi tentang membangun budaya mutu, budaya kolaborasi, dan budaya evaluasi yang sehat dalam dunia pendidikan. Jika langkah ini terus dijaga dan dikembangkan secara konsisten, maka Kota Pariaman memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#opini #UJian Akhir Sekolah