Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Apakah Anakku Punya ”Mata Kucing” Si Retinoblastoma?

Novitri Selvia • Senin, 13 Juni 2022 | 10:37 WIB
Mardijas Efendi Bagian Oncology Mata RSUP M Djamil Padang/ Dosen FK Unand
Mardijas Efendi Bagian Oncology Mata RSUP M Djamil Padang/ Dosen FK Unand
“Mata kucing”? mendengar ataupun membaca istilah ini sudah pasti menimbulkan suatu tanda tanya. Apakah tampilan matanya melancip seperti mata kucing seperti halnya model kaca mata yang sempat tren? Jawabnya tidak. Istilah mata kucing ini dipakai pada penyakit tumor mata yang sering menyerang anak-anak.

Tumornya bersifat ganas (kanker)  dalam bahasa medis lebih dikenal dengan sebutan Retinoblastoma. Penyakit ini perlu penanganan sedini mungkin. Kenapa dapat julukan si mata kucing? Tumor yang berkembang dibagian retina pada mata ini akan memberikan sensasi seperti manik- manik pada bagian tengah orang orang mata atau pupil si anak apabila terkena sinar lampu.

Gambaran seperti ini memberikan sensasi seperti melihat mata kucing pada orang yang melihatnya. Kanker mata ini tumbuh cepat, tidak terkendali, dan merusak jaringan disekitarnya.

Apakah Retina itu? Retina terletak pada dinding bagian  dalam bola mata. Retina terdiri dari jaringan saraf yang berfungsi untuk mengirimkan cahaya ke otak, sehingga seseorang bisa melihat. Retinoblastoma akan menyebabkan rusaknya fungsi retina. Pada tahap lanjut, kondisi ini akan merusak jaringan mata dan menyebabkan kebutaan bahkan mengancam jiwa penderitanya.

Penyebab Retinoblastoma

Proses terjadinya retinoblastoma disebabkan oleh karena terjadinya  perubahan atau mutasi pada gen. Gen yang bermutasi disebut dengan gen RB1. Akibat dari terjadinya mutase ini, sel-sel retina akan tumbuh cepat, tidak terkendali, dan merusak jaringan sekitarnya. Sel-sel kanker  ini  bisa menyebar (metastasis) ke organ lain melalui sirkulasi darah maupun sistem limfatik.

Penyebab pasti terjadinya mutasi genetik pada retinoblastoma belum dapat dipastikan. Sekitar 25% dari kasus retinoblastoma diturunkan dengan pola autosomal dominan, yaitu gen yang mengalami kelainan  diturunkan oleh salah satu orang tua. Sehingga anak anak dari masa janin sudah bisa mengidap penyakit ini. Sisanya terjadi secara sporadik dan acak, tidak diturunkan dari orang tua.

Bagaimana Mengenal Retinoblastoma

Suatu hal sangat penting bagi masyarakat untuk bisa mengenal bagaimana gambaran penyakit ini. Semakin dini diketahui, semakin cepat penanganannya dan semakin kecil resiko kerusakan yang ditimbulkan kanker ini. Salah satu gejala awal dan khas dari retinoblastoma adalah munculnya “mata kucing”. Penampakan ini dalam bahasa medis dikenal  dengan isilaht leukokoria, yaitu gambaran bercak putih/manik - manik yang muncul saat mata terpapar sinar. Leukokoria merupakan gambaran tidak normal, karena seharusnya mata akan memancarkan warna kemerahan saat disinari cahaya.

Selain leukokoria pada pasien retinoblastoma umumnya diikuti oleh gejala atau  tanda- tanda  lain, seperti: Mata juling (strabismus), perubahan warna iris pada mata, gangguan penglihatan, mata merah, mata terasa nyeri. Serta, mata menonjol keluar dari rongganya dan bisa mengenai  satu atau kedua bola mata. Penonjolan ini bisa terjadi pada kondisi yang sudah lanjut.

Segera bawa anak ke dokter spesialis  mata untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut apabila ditemukan gambaran di atas. Deteksi dan penanganan sejak dini sangat diperlukan. Diharapkan penanganan pada stadium dini mampu mencegah perkembangan kanker dan komplikasi yang bisa terjadi.

Diagnosis Retinoblastoma

Untuk menegakkan diagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan, gejala yang dialami oleh anak, riwayat kesehatan anak. Riwayat penyakit dalam keluarga juga akan ditanyakan untuk mencari tahu keterkaitan kondisi penyakit anak dengan penyakit yang pernah dialami keluarga.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata. Dengan  menggunakan bantuan alat yang disebut oftalmoskop, dokter akan memeriksa bagian dalam mata anak.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa: Pemindaian dengan USG , OCT (optical coherence tomography), MRI pada mata, dan tes genetik, untuk mengetahui apakah retinoblastoma diturunkan dari orang tua atau tidak

Pengobatan Retinoblastoma

Dari hasil pemeriksaan, pengobatan retinoblastoma bisa direncanakan sesuai kondisi pasien yang ditemukan, tergantung pada ukuran, lokasi dan penyebaranya, serta tingkat keparahan kanker. Pengobatan bertujuan untuk mencegah perkembangan kanker dan kerusakan lebih lanjut yang ditimbulkan pada mata dan jaringan atau organ tubuh lainnya. Semakin cepat terdeteksi dan mendapatkan penanganan, diharapkan hasil pengobatan akan semakin baik.

Ada beberapa pilihan dalam melakukan pengobatan retinoblastoma. Pilihannya  adalah: Pertama, kemoterapi. Kemoterapi merupakan tindakan pengobatan bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan obat-obatan khusus. Pemberian obat kemoterapi bisa dilakukan dengan penyuntikan langsung ke mata, melalui pembuluh darah, atau  diminum.

Kedua, terapi laser (laser photocoagulation). Terapi laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memasok nutrisi ke tumor sehingga dapat mematikan sel kanker. Ketiga, krioterapi. Krioterapi merupakan salah satu terapi dengan menggunakan cairan nitrogen untuk membekukan sel kanker sebelum diangkat. Krioterapi bisa dilakukan beberapa kali hingga sel kanker hilang seluruhnya.

Keempat, radioterapi. Radioterapi merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan pancaran sinar dengan radiasi tinggi. Radioterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker yang sulit diobati, mengecilkan ukuran kanker sebelum operasi, atau membunuh sel-sel kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ada dua jenis terapi radiasi yang dapat dilakukan, yaitu: Pertama, terapi radiasi eksternal, dengan memfokuskan sinar radiasi dari luar tubuh; Kedua, terapi radiasi internal, menggunakan zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker\

Kelima, operasi. Operasi dilakukan untuk mengangkat bola mata, sehingga dapat membantu mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya. Metode ini akan dilakukan jika tumor sudah sangat besar, atau tumor tidak mengalami perubahan yang bermakna jika ditangani dengan metode lainnya.

Operasi yang dijalankan ada beberapa macam, contohnya: pengangkatan bola mata yang terkena kanker  yang disebut dengan istilah enukleasi. Setelah itu, sebuah bola mata buatan (implan) akan dipasang sebagai pengganti. Sehingga dengan menggunakan bola mata palsu ini, secara kosmetik masih bagus, walaupun anak tidak melihat lagi.

Komplikasi retinoblastoma jika tidak segera ditangani, komplikasi yang paling ditakuti dari retinoblasma adalah penyebaran kanker ke jaringan dan organ lain. Di sini, sikap bijak orangtua. Kerja sama yang baik antara orangtua pasien dengan dokter yang menangani penyakit kanker  pada mata anak ini sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam proses terapi, penderita retinoblastoma akan menjalani pemeriksaan secara berkala.. Patuhi aturan pengobatan, jadwal pengobatan dan anjuran yang diberikan oleh dokter. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan terapi dan kondisi anak.

Pencegahan Retinoblastoma

Retinoblastoma tidak dapat dicegah. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan selalu melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama pada anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat retinoblastoma.

Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan namun memiliki riwayat retinoblastoma dalam keluarga, alangkah baiknya untuk melakukan tes genetik. (*)

  Editor : Novitri Selvia
#mata kucing #Mardijas Efendi #retinoblastoma