Oleh: Two Efly, Wartawan Padang Ekspres
Benarkah beranjak dari bawah? Mari kita bicara data. Drs Guspardi Gaus Msi Datuak Batuah yang terlahir pada tanggal 8 Juni 1956 mengawali karir politik dengan panjang dan berliku. Sebelum terjun ke dunia politik, Alumni IAIN Syarif Hidayatullah ini tercatat sebagai Dosen dan Pengusaha. Bersama sang isteri Nurhusni Djalil, mereka merintis toko buku Pustaka Citra di jalan Permindo Padang. Selain toko buku, Guspardi pun merintis retail pertama bernama Citra toko buku dan Swalayan di lokasi yang sama Jalan Permindo Padang. Dari sinilah bisnis retailnya berkembang dan menggurita. Hingga saat ini Citra Swalayan Group sudah berdiri sebanyak 21 gerai yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat dan Ciputat Jakarta.
Kini bisnis retail tersebut sudah diregenerasikan ke putranya Redian Fikri Guspardi. Di tangan generasi keduanya, banyak konsep dan pembaharuan bisnis yang sudah dilakukannya. Di antaranya membagi Citra grup dalam empat cluster. Pertama, Grand Citra dengan segmen belanja bulanan. Kedua, Citra Swalayan dengan segmen belanja mingguan. Ketiga, Citra Mart dengan segmen belanja harian dan keempat, Citra Express dengan konsep tongkrongan, menjangkau market anak muda dan konsumen transit. Khusus cluster keempat segera dilouncing 2023 ini.
Dalam gelanggang politik, perjalanan karir Guspardi Gaus cukup panjang berliku. Jatuh bangun dalam bertarung sering dialaminya. Jika sebagian besar politisi hanya sanggup dan berani bertarung di ranah legislatif saja maka berbeda jauh dengan Guspardi Gaus. Guspardi berulang kali “turun gunung” bertarung di ranah Eksekutif. Guspardi pernah tercatat sebagai calon Walikota Bukittinggi dan bersaing ketat dengan Drs Djufri (2000-2005). Dalam Pilkada tak langsung ini Guspardi hanya kalah 1 suara dari Drs Djufri setelah 5 (lima) kali proses pemungutan suara. Guspardi pun pernah tercatat sebagai Calon Wali kota Padangpanjang dan terakhirnya Calon Bupati Agam yang bersaing ketat dengan Dr Indra Catri dalam Pemilu Putaran Kedua (2005-2010).
Di ranah legislatif, Guspardi mengawali karirnya tahun 1999-2004. Kala itu Guspardi Gaus terpilih menjadi anggota DPRD Sumbar dan manjadi Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumbar. Selama mengemban amanah, Guspardi dikenal kritis dan solutif. Tak jarang Guspardi dijadikan sebagai tandem untuk berdiskusi oleh teman teman se dan antar fraksi, termasuk mitra kerja di eksekutif. Kerja nyata inilah yang membuat Guspardi Gaus kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Sumbar untuk periode 2004-2009.
Sempat maju menjadi calon anggota DPR-RI diperiode 2009-2014 namun Guspardi masih kurang beruntung. Pemilu legislative 2014-2019 menjadi ajang “come back” bagi Guspardi Gaus ke DPRD Sumbar. Bersama PAN, Guspardi berhasil terpilih dan meraih kursi Wakil Ketua DPRD Sumbar. Dari sinilah karir politik Guspardi kembali melejit.
Tak Guspardi namanya kalau tak gigih dan selalu optimis. Walau sempat kalah di Pemilu 2009-2014 untuk DPR-RI, namun Guspardi Gaus tetap membuktikan diri kalau dia adalah seorang “Petarung Politik”. Pemilu legislatif 2019-2024 menjadi momentum pembuktian bagi Guspardi Gaus. Walau berstatus politisi local (Wakil Ketua DPRD Sumbar), namun Guspardi Gaus tak gamang untuk bertarung dengan sejumlah nama besar di Dapil 2 Sumbar untuk DPR-RI (Pariaman, Padangpariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh dan Limapuluh Kota). Dalam pemilu tersebut Guspardi harus bertarung dengan enam orang incumbent. Ada Mulyadi (demokrat), Ade Rezki Pratama (Gerindra), Refrizal (PKS), Iqbal (PPP), Jhon Kenedy Azis (Golkar).
Keberanian dan kejelian Guspardi Gaus membaca memonetum ini terbukti. Berada dalam gerbong Prabowo-Sandi dalam pemilu serentak (Pileg dan Pilpres) membuat peluang PAN menjadi besar. Kursi DPR-RI yang sempat “hilang” pada periode 2014-2019 yang lampau berhasil direbut kembali oleh Guspardi Gaus. Guspardi terpilih menjadi anggota DPR RI dan menjadi anggota Fraksi PAN DPR-RI untuk periode 2019-2024 dengan perolehan suara sebanyak 56.365 suara dan berada pada peringkat tiga dari enam calon terpilih. Saat ini Guspardi tercatat sebagai anggota Komisi II DPR-RI yang membidani sektor pemerintahan dan agraria.
Walau beranjak dari bawah, di DPR-RI Guspardi Gaus tetap mampu bersaing. Buktinya, dalam sejumlah kerja politik dan rapat kerja dengan eksekutif, Guspardi tetap saja kritis dan solutif. Buktinya, jejak digital sangat banyak membuktikan itu. Guspardi termasuk salah satu anggota DPR RI asal Sumatera Barat yang sering dijadikan narasumber oleh sejumlah media. Baik media nasional maupun media lokal. Pilihan menjadikan Guspardi sebagai narasumber tentulah tak terlepas dari pokok-pokok pikirannya yang kritis dan solutif tersebut.
Dalam catatan penulis banyak torehan prestasi yang mampu catatkan Guspardi Gaus selama duduk menjadi anggota DPR-RI. Di antaranya adalah “Legislator Tangguh” yang digagas Padang TV, “Tokoh Peduli Pemuda” dari KNPI Sumbar, “Tokoh Keterbukaan Informasi Publik” dari Komisi Informasi Sumbar.
Di tingkat nasional juga begitu. Perjuangan selama di DPR-RI membuat teman dan rival memberi respons positif. Guspardi Gaus tercatat sebagai salah satu peraih “MKD Award” (Mahkamah Kehormatan Dewan). Tak semua anggota DPR-RI yang mampu mendapatkan itu. Dari 575 Anggota DPR-RI hanya 27 orang saja yang berhasil mendapatkan reward tersebut dan Guspardi Gaus merupakan satu diantara 27 peraih “MKD Award” tersebut.
Selain “MKD Award”, perjuangan Guspardi Gaus yang sangat besar dan dicatat sepanjang sejarah adalah keberhasilan Guspardi Gaus memasukan filosofi dasar masyarakat Minangkabau. “Adat basandi Syara’, syara’ basadi Kitabullah (ABS-SBK)” ke dalam UU No 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat. Perjuangan ini sekaligus menjadikan untuk undang No.17 Tahun 2022 menjadi berbeda dibandingkan undang undang untuk provinsi lainnya di nusantara.
Sebetulnya masih banyak catatan prestasi menarik yang terlahir dari Guspardi Gaus, namun tak semuanya bisa penulis ungkapkan melalui tulisan ini. Satu hal yang pasti, kader Muhammadiyah dan politisi PAN ini telah berbuat dan memberikan kerja nyata untuk Sumatera Barat melalui perannya di DPR-RI. Semoga saja sikap kritis dan Solutif ini terus mewarnai pengabdiannya di kancah politik.
Kini Guspardi kembali maju dan bertarung untuk mempertahankan kursi Parlemen tersebut. Melalui PAN yang sudah membesarkannya, Guspardi kembali akan bertarung dengan sejumlah tokoh beken lainnya di Dapil 2 Sumbar. Akankah kursi Partai Amanat Nasional yang mampu direbutnya pada Pemilu lalu bisa dipertahankan? Mampukah Guspardi meningkatkan pundi dan kantong-kantong suara konstituennya? Kita tunggu saja Pemilu Legislatif Februari 2024. (***) Editor : Hendra Efison