Pada suatu hari dia pun berniat dan bertekad untuk memberikan pengabdian terbaik, lebih luas lagi untuk masyarakat. Berdiam dan berhenti bagi orang seperti Ali Mukhni, merupakan perkara sulit. Selalu ada misi perjuangan untuk perbaikan ummat. Kesempatan selalu terbuka untuknya.
Niat dan tekadnya itu, sebetulnya sudah terpatri sejak periode akhir dirinya menjabat bupati. Bukan gubernur atau wakil gubernur pilihan utamanya, namun adalah sebagai wakil rakyat di DPR RI. Arena perjuangan dan pengabdian diperluas, tak ada gunung yang tinggi tak ada laut yang dalam, jika ada tekad dan niat, bisa dilewati.
Karena, inilah saatnya, untuk memberikan pengabdian lebih luas dan lebih konkrit. Bila sebagai pejabat eksekutif, kita berbuat sebagai eksekutor, yakni bekerja dengan dana yang telah tersedia, namun kelak sebagai legislator tugas kita betul-betul bekerja untuk memperjuangkan ’nasib’ rakyat.
Dalam dua periode kepemimpinanya menjadi bupati Padangpariaman, banyak gebrakan yang telah dilakukan Ali Mukhni. Terutama,untuk kegiatan fisik. Mulai dari pembangunan Komplek MAN Insan Cendikia Padangpariaman di Sintuak Toboh Gadang. Ali Mukhni berjuang habis-habisan merebut sekolah itu dari daerah lain. Kini MAN IC, adalah sekolah terbaik di Sumbar.
Lalu, Politeknik Pelayaran yang terletak di kawasan Ketaping, merupakan sekolah unggul untuk Indonesia bagian barat. Banyak melahirkan pelaut-pelaut hebat yang punya reputasi nasional. Selanjutnya, pusat Cacao Indonesia Barat di Lubukbunta. Merupakan pabrik coklat terbesar dan akan menampung buah coklat di Sumatera.
Reputasi Ali Mukhni selanjutnya, kehadiran main stadium berkelas internasional di Sikabu Lubuk Alung. Meski sumber dananya dari APBD Sumbar, namun kehadirannya, merupakan buah tangan Ali Mukhni. Sebelumnya Ali Mukhni memfasilitasi pembangunan Asrama Haji di Batanganai.
Sebuah pembangunan berkelas nasional. Rang Piaman harus bangga dengan capaian-capaian ini, karena bukan datang tiba-tiba. Ada perjuangan dan pengorbanan agar setiap pembangunan bisa terlaksana.
Dan, suatu yang monumental sebagai bagian gebrakan Ali Mukhni adalah kehadiran kawasan pendidikan Tarok City di Kayutanam. Kawasan dengan luas areal 650 hektar itu merupakan kerja keras Ali Mukhni membebaskannya dari sebelumnya dikuasai pihak swasta.
Semua kegiatan pembanguan fisik itu, tidak lepas dari kiat dan seni kepemimpinan seorang Ali Mukhni. Lewat kerja kerasnya dengan dukungan tokoh masyarakat dan staf, Ali Mukhni yang sehari-hari Ketua Persatuan di Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Sumbar itu berhasil membebaskan sejumlah lahan.
Percepatan pembangunan di Padangpariaman itu seiring pula dengan makin padatnya Kota Padang, dan berkurangnya lahan pembangunan, maka Padangpariaman menyambut situasi “kritis” di kota Padang, dengan menampung tangan selebar-lebarnya.
Itulah kiat kepemimpinan Ali Mukhni, berjuang bersama masyarakat, dengan komitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebab, kehadiran sejumlah proyek fisik itu, membawa dampak ikutan secara ekonomi. Perjuangan itulah yang akan diperluas dan dilanjutkan Ali Mukhni, bila terpilih menjadi wakil rakyat di DPR RI.
Ali Mukhni, yang mantan Ketua DPW Partai PAN Sumbar, dan mantan Ketua Partai Gerindra Sumbar, kini memantapkan dirinya menuju Senayan lewat partai Nasdem, sebagai caleg nomor urut 6, Dapil Sumbar dua; meliputi Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, 50 Kota, Pasaman Barat dan Timur. Selamat berjuang, Ajo Kuni! (Wiztian Yoetri, Wartawan Senior) Editor : Novitri Selvia