Brand Activator.
PARTISIPASI pemilih pada Pemilu 2024 diprediksi mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena persentase kategori pemilih yang mengalami pergeseran dibanding pemilihan sebelumnya.
Selain itu, ketiga paslon yang ikut kontestasi juga sangat masif merambah platform komunikasi digital dalam menyuarakan visi, misi dan program unggulannya.
APK (Alat Peraga Kampanye) bertebaran di mana-mana dan door to door menjemput aspirasi rakyat terus digalakkan. Bahkan ada yang datang sampai lima kali ke satu daerah untuk memastikan suaranya tidak tergerus. Inilah yang namanya ‘Kontestasi’.
Mengacu pada Daftar Pemilih Tetap Pemilu sebanyak 204.807.222, pemilih muda usia 17 – 40 tahun atau generasi milenial dan generasi Z memiliki presentase sekitae 52% per Agustus 2023.
Mayoritas pada dua kategori pemilih ini sangat aktif bersosial, lebih tepatnya bersosial media. Tak heran jika digitalisasi menjadi sasaran empuk dalam mengkomunikasikan personal branding dari masing-masing paslon. Memahami karakter dan menemukan pola adalah kata kunci dalam meraih 52% suara tersebut.
Persentase per kategori pemilih, yakni Pre Boomer atau pemilih dengan tahun lahir sebelum 1945: 1,74%, Baby boomer (1946 – 1964): 13,73%, Generasi X atau gen X (1965-1980): 28,07%, Generasi milenial (1981-1996): 33,60% dan Generasi Z (1997- 2009): 22,85%.
Luber Jurdil merupakan asas pemilu di Indonesia. Singkatan dari langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Hal ini diatur dalam Pasal 2 UU No. 7 Tahun 2017 (UU Pemilu).
Tingkat partisipasi tergolong tinggi. Pada Pemilu 2019 ditargetkan 77,5%. Faktanya: partisipasi Pemilihan Presiden 2019 sekitar 81,97% dan Pemilihan Legislatif sekitar 81,69%. Berdasarkan data dan persentase pemilih, tahun ini akan mengalami peningkatan. Gen Z & Milenial adalah jadi penentu di Pemilu 2024.
Memahami dan menemukan ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan satu sama lain. Generasi Z dan Milenial hidup dan bertumbuh dalam digitalisasi.
Dalam kajian semiotika visual, the science of sign memiliki makna jamak sama halnya dengan dua kata pada kalimat di atas. Memahami dapat dimaknai dengan segala + - karakter Gen Z dan Milenial yang membandingkan antara satu dan yang lain melalui apa yang mereka dapatkan saat berselancar di sosial media.
Menemukan dapat dimaknai dengan merancang pola/ strategi komunikasi yang tepat sehingga partisipasi aktif pada dua kategori pemilih dapat meningkat.
Setiap calon memiliki karakteristik dan pembeda masing-masing. Mulai dari cara berkomunikasi, cara berbusana sampai dengan cara berkampanye. Ada yang membuka forum-forum diskusi dan ada juga yang menjadikan musik/ pertunjukan seni sebagai ruang dalam berkomunikasi.
Gen Z dan Milenial pada dasarnya menyukai hal-hal yang bersifat inovasi. Pertama akan selalu diingat, yang kedua dan terus berinovasi akan menjadi yang terbaik.
14 Februari 2024 segera datang, kita akan melaksanakan Pemilihan Presiden & Wakil Presiden dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) untuk DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/ Kabupaten. Apakah kita sudah menentukan pilihan? Apakah kita sudah mengajak sekitar yang memiliki hak suara untuk datang ke TPS? Kebersamaan dalam keberagaman, Ayo Memilih untuk Indonesia.(*) Editor : Admin Padek