Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Menggali Nilai Kepemimpinan Meri'ayah: Pembelajaran dari Forum Leader YKPI Al Ittihad

Hendra Efison • Kamis, 15 Mei 2025 | 22:18 WIB

Forum Leader Al Ittihad
Forum Leader Al Ittihad
Oleh: Syafri Maltos, Kepsek MTs Al Ittihidiyah Pekanbaru

Forum Leader Al Ittihad yang diselenggarakan oleh Direktorat YKPI Al Ittihad akhirnya selesai dilaksanakan pada Rabu, 7 Mei 2025.

Acara yang digagas oleh Tim Direktorat YKPI Al Ittihad di bawah pimpinan Ustadz Syahyeni ini merupakan program yang terinspirasi oleh Sekolah JSIT Nurul Fikri Depok.

Tujuan utama dari forum ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada para leader di lingkungan YKPI untuk mengembangkan diri sekaligus melakukan refleksi terhadap kepemimpinan yang mereka jalankan.

Selama acara, peserta diberikan materi-materi yang sangat berguna, yang berasal dari buku-buku kepemimpinan terbaik, baik yang ditulis oleh penulis internasional maupun dari perspektif Islam.

Dalam forum tersebut, saya berkesempatan untuk membahas dua buku karya Simon Sinek yang berjudul Leaders Eat Last dan buku On Leadership karya Jo Owen.

Meskipun kedua buku ini berasal dari penulis non-Muslim, saya merasa lebih tertarik untuk mengeksplorasi konsep kepemimpinan dalam Islam, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan Rasulullah SAW.

Saat ini, saya juga sedang mempelajari buku Muhammad Sang Inspirator Dunia karya Dr. Aid Alqorni, yang memberikan pemahaman tentang kepemimpinan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Dari pengalaman mengikuti Forum Leader YKPI Al Ittihad dan mempelajari buku-buku kepemimpinan tersebut, saya mencoba merangkum inti sari mengenai Leader yang Meri'ayah, sebuah konsep kepemimpinan yang menekankan pentingnya kasih sayang dan tanggung jawab terhadap yang dipimpin.

Konsep ini saya angkat berdasarkan pengalaman pribadi saat menjawab pertanyaan dosen penguji tesis saya yang meminta penjelasan tentang arti Mumtaz School.

Saya menjelaskan bahwa istilah leader berasal dari bahasa Inggris, sementara ri'ayah adalah kata dalam bahasa Arab, yang berarti perhatian dan pemeliharaan.

Dalam konteks ini, seorang pemimpin seharusnya tidak hanya mengarahkan, tetapi juga menjaga dan memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya.

Menurut Simon Sinek, kepemimpinan adalah tentang mengarahkan, memotivasi, dan memberi teladan. Bahkan, dalam bukunya Leaders Eat Last, Sinek menjelaskan bahwa seorang pemimpin sejati rela mendapatkan bagian terakhir dari kenyamanan, seperti makan, untuk kepentingan orang yang dipimpinnya.

Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dari kepemimpinan yang meri'ayah, yang tidak hanya mengayomi umat pada zamannya, tetapi juga menjadi teladan bagi kita semua, meskipun kita tidak pernah bertemu langsung dengan beliau.

Kepemimpinan Rasulullah SAW adalah kepemimpinan yang melintasi zaman dan terus memberi inspirasi hingga hari ini.

Kepemimpinan Rasulullah SAW bukanlah sekadar teori, tetapi sebuah praktik nyata yang telah terbukti efektif sepanjang masa. Semua yang dikemukakan oleh penulis seperti Sinek dan Owen tentang kepemimpinan sejati, sebenarnya telah terwujud dalam diri Rasulullah SAW.

Sebagai contoh, beliau selalu menuntun umatnya dengan penuh kasih sayang dan perhatian, yang tercermin dalam sikap dan perbuatan beliau.

Meski kita tidak mungkin mencapai tingkat kepemimpinan Rasulullah SAW, kita bisa mengikuti prinsip Laqod kaana lakum Fii Rasulillahi Uswatun Hasanah (Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagi kalian).

Bagi mereka yang berusaha mengamalkan ajaran ini, perjuangan mereka untuk menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan ini menjadi bagian dari jihad hidup mereka, perlahan-lahan membentuk karakter yang mencerminkan kepemimpinan yang meri'ayah.

Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa setiap orang adalah pemimpin, dalam kondisi apapun. Sebagaimana sabda beliau, Setiap kalian adalah pemimpin.

Dengan kata lain, tanggung jawab kepemimpinan ada pada setiap individu, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tugas-tugas yang lebih besar.

Kepemimpinan yang meri'ayah ini tercermin dalam Al-Qur'an yang menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW merasakan penderitaan umatnya dan sangat penyantun serta penyayang terhadap orang-orang beriman.

Salah satu contohnya adalah ketika beliau menutup rapat-rapat kesalahan seorang mukminah yang jujur, serta mengutus sahabat untuk mencari kebenaran terkait pengakuannya.

Rasulullah SAW juga selalu memotivasi para sahabat untuk beribadah, seperti shalat berjamaah dan berinfak, dengan penuh semangat dan kasih sayang.

Selain itu, sikap Rasulullah SAW terhadap pelayan-pelayan beliau juga menunjukkan bagaimana seorang pemimpin harus bersikap. Salah satu pelayan beliau mengungkapkan bahwa beliau tidak pernah mendengar perkataan yang merendahkan dari Rasulullah, apalagi mengejek atau mengumbar aib. Ini menunjukkan betapa Rasulullah SAW selalu berbicara dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Harapan kami, semoga Forum Leader YKPI Al Ittihad ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi para pemimpin yang ingin mengembangkan jiwa meri'ayah dalam kepemimpinan mereka.

Dengan demikian, kita dapat menciptakan pemimpin-pemimpin yang memiliki tanggung jawab dan perhatian yang mendalam terhadap orang-orang yang dipimpinnya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.(***)

Editor : Hendra Efison
#Meriayah #Forum Leader YKPI Al Ittihad #Menggali Nilai Kepemimpinan