Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Belinya Handphone, Dapatnya Sabun

Novitri Selvia • Rabu, 17 Januari 2024 | 11:32 WIB
Ilustrasi.(Reza/Padek)
Ilustrasi.(Reza/Padek)
Baru pertama kali mencoba membeli barang melalui online shop Fikri (nama samaran) memiliki ekspektasi tinggi barang yang dia pesan akan sampai dengan selamat.

Berharap handphone yang dipesan sesuai dengan yang telah dipilih akan tetapi yang datang malahan sabun mandi. Seperti apa ceritanya?

Fikri heran dengan beberapa temannya di kampus yang hampir setiap bulan barang-barang yang mereka pakai seperti pakaian, baju, tas dan sepatu selalu baru.

Padahal sepengetahuan dirinya teman-temannya itu tidak pernah terlihat berbelanja di toko maupun pusat perbelanjaan lainnya. Itulah yang membuat Fikri penasaran.

Karena penasaran dia bertanya kepada teman-temannya itu kapan dan di mana barang-barang itu dibeli. Salah seorang temannya, Anto (nama samaran) memberitahu kepada Fikri bahwasanya dia rutin membeli barang melalui online shop. Online shop yang disampaikan oleh temannya itu sangat asing bagi Fikri.

Selama ini yang dia tahu jika ingin membeli barang seperti sepatu, tas, pakaian dan lainnya, maka harus pergi ke toko atau ke pusat perbelanjaan.

Pengakuan dari segi itu sempat membuat Anto dan beberapa pemain lainnya tertawa. Bagaimana tidak, di era yang serba digital saat ini, masih ada saja orang yang tidak mengetahui online shop.

Meskipun awalnya malu, namun pada akhirnya Fikri bertanya kepada teman-temannya Bagaimana cara untuk membeli barang melalui online shop. Kebetulan handphone yang saat ini dia pakai sudah mulai rusak baik baterainya yang boros maupun layar yang sulit untuk disentuh.

Setelah diberitahukan tentang tutorial berbelanja di online shop, Fikri sangat bersemangat untuk mencobanya. Usai pulang dari kampus, dia langsung mencoba untuk membeli handphone melalui aplikasi online shop.

Sejumlah online shop pun dia coba lihat melalui aplikasi. Hampir satu jam dia main cari-cari handphone yang sesuai dengan yang diinginkan.

Akhirnya dia menemukan salah satu online shop yang menjual handphone yang dia sangat inginkan. Ternyata handphone yang dijual di online shop tersebut jauh lebih murah harganya dibandingkan dengan yang dia pikirkan selama ini.

Tanpa pikir panjang Fikri langsung memesan handphone tersebut. Bahkan dia langsung mentransfer uang untuk membeli handphone itu.

Dia pun tidak sabar menantikan handphone baru yang dipesan itu. Hampir setiap waktu dia melihat progres pengiriman handphone itu melalui aplikasi online shop.

Bahkan ketika barang yang dipesan sudah di-drop di gudang pengiriman di dekat tempat tinggalnya, Fikri memberitahu orangtuanya jika ada barang yang nantinya akan tiba ketika dia tidak berada di rumah.

Fikri sempat memberitahukan kepada teman-temannya bahwa dia telah memesan handphone di online shop. Karena penasaran, teman-temannya melihat handphone yang dipesan oleh Fikri sekaligus di online shop mana dia pesan. Setelah melihat sejumlah komentar di online shop itu ternyata ada komentar yang buruk.

Bahkan mayoritas orang yang berkomentar di online shop itu mengatakan bahwasanya online shop tersebut bodong atau sering mengirim barang yang tidak sesuai dengan yang dipesan oleh konsumen.

Anto dan teman lainnya khawatir Fikri telah memesan handphone di tempat yang salah. Mereka pun mencoba untuk mengatakan hal itu kepada Fikri.

Setelah diberitahu, Fikri menyebut online shop tempat dia beli handphone itu pasti bertanggung jawab. Buktinya setiap komentar yang ditulis oleh Fikri di online shop tersebut selalu dibalas oleh admin.

Dia pun tidak mau berprasangka buruk dengan online shop itu dan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Walaupun Fikri mencoba tenang, tapi perkataan temannya itu selalu teringat.

Satu minggu kemudian barang yang ditunggu-tunggu, akhirnya sampai juga ke tangan. Setelah membayar uang ongkos kirim kepada kurir, Fikri kemudian bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membuka paket tersebut.

Satu per satu kertas dan plastik pembungkus dibuka oleh Fikri. Sampai akhirnya dia melihat kotak handphone dengan merek yang sesuai seperti yang telah dipesan. Sebelum membuka kotak handphone itu, Fikri mencoba menggoncang-goncangkan kotak itu.

Saat digoncangkan kotak tersebut terasa ringan. Namun Fikri berpikir bahwasanya handphone yang dia pesan itu memang dirancang lebih ringan dibandingkan dengan merek handphone lainnya.

Setelah dibuka betapa terkejutnya Fikri Melihat barang yang berada di dalam kotak handphone itu bukan handphone yang telah dia pesan melainkan sabun mandi.

Berkali-kali Fikri memeriksa kotak tersebut. Namun handphone yang dia inginkan itu tidak juga kunjung ketemu. Raut sedih pun terpampang jelas di wajah Fikri.

Kemudian Fikri mencoba untuk menyampaikan keluhannya di kolom komentar online shop tempat dia memesan handphone. Bahkan dia juga menghubungi nomor kontak yang dituliskan di profil online shop tersebut.

Namun usaha yang dilakukan oleh Fikri sia-sia. Semua komentar yang dia kirimkan tidak satupun dibalas oleh admin. Bahkan nomor kontak yang dihubungi sudah tidak aktif lagi.

Nasib apes harus dialami oleh Fikri. Selain harus terpaksa menggunakan handphone lama yang sudah kurang berfungsi, dia juga mengalami kerugian material mencapai Rp 750 ribu.

Setelah mendengar penjelasan dari Fikri, kedua orangtuanya sangat marah. Mereka tidak menyangka anaknya memesan barang dengan tidak berhati-hati.

Pada akhirnya Fikri pun kapok untuk berbelanja melalui aplikasi online shop. Padahal sebenarnya bukan aplikasi online shop-lah yang salah.

Namun Fikri yang tidak teliti dan detail melihat online shop tempat dia memesan, adalah kesalahan yang sebenarnya. Fikri terpaksa menggunakan handphone lamanya itu dan mencoba lagi untuk menabung uang demi membeli handphone baru lagi. (Adetio Purtama) Editor : Novitri Selvia
#Dapatnya Sabun #Belinya Handphone #Padang Punya Cerita