Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ditinggal Kekasih karena Posesif

Adetio Purtama • Senin, 5 Agustus 2024 | 06:05 WIB

(REZA FEBRINO)
(REZA FEBRINO)
PADEK.JAWAPOS.COM—Hubungan pacaran yang telah dijalin oleh Fahrul dan Nia (nama samaran) sejak tiga tahun terakhir harus kandas di tengah jalan. Penyebab putusnya hubungan mereka adalah karena Fahrul dan terlalu posesif. Sifat itu membuatnya tidak memiliki kebebasan. Bahkan sifat cemburu yang berlebihan tersebut telah mengganggu kehidupannya sehari-hari. Seperti apa ceritanya?

Fahrul mengenal Nia ketika masih duduk di semester akhir perkuliahan. Kebetulan mereka sama-sama memiliki dosen pembimbing yang sama. Sehingga pertemuan yang Intens tersebut membuat Nia dan Fahrul menjadi semakin dekat. Akhirnya setelah di wisuda mereka berdua sepakat untuk berpacaran.

Hubungan pacaran mereka berlanjut hingga keduanya memiliki pekerjaan masing-masing. Fahrul diterima bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Sedangkan Nia, kekasihnya, diterima bekerja sebagai akuntan di salah satu bank swasta yang berada di pusat kota. Meskipun sibuk dengan pekerjaan masing-masing mereka tetap bisa meluangkan waktu untuk berdua.

Di tahun pertama pacaran hubungan Fahrul dan dia berjalan dengan mulus dan tanpa ada masalah. Namun memasuki usia yang kedua mulai muncul benih-benih pertengkaran di antara mereka. Salah satu masalah yang sering mereka ributkan adalah kesalahpahaman terkait orang ketiga. Fahrul sering menuduh Nia selingkuh darinya.

Padahal dalam kenyataannya, tidak pernah terlintas sedikitpun di pikiran Nia untuk menyelingkuhi Fahrul. Namun karena Fahrul memiliki sifat yang poseif dan mudah cemburu, membuat dirinya selalu berpikir dia berselingkuh di belakangnya. Awalnya pertengkaran-pertengkaran kecil itu bisa diredam. Tapi lama-kelamaan tentu nantinya akan membesar.

Pernah suatu ketika dia mendapatkan tugas dari kantor untuk mengunjungi salah satu klien. Kebetulan dia ditugasi dengan salah seorang rekan kerja laki-laki. Mereka pergi ke kantor klien dengan naik mobil. Di perjalanan tiba-tiba Fahrul menghubungi melalui panggilan video call. Karena tidak ada hal-hal yang mencurigai dan patut disembunyikan, Nia dengan polosnya mengatakan sedang pergi bersama rekan kerja laki-laki.

Sontak hal itu membuat Fahrul menjadi cemburu dan langsung mematikan panggilan video call-nya. Melihat kondisi itu Nia hanya bingung dan mencoba menghubungi kekasihnya itu. Tapi berkali-kali dia mencoba menelpon Fahrul tidak mengangkat panggilannya. Kemudian Nia paham bahwasanya Fahrul sedang tidak mau dihubungi.

Selama dua hari Fahrul tidak mau bertemu maupun berbicara via telepon dengan Nia. Saat ditanyai alasannya oleh Nia Fahrul menjawab bahwasanya Nia tega pergi dengan laki-laki lain di belakangnya. Padahal Nia sudah berulang kali menjelaskan kepada Fahrul bahwasanya laki-laki itu hanyalah sebatas rekan kerja. Karena terus dibujuk akhirnya Fahrul mau kembali bertemu dan berbicara dengan Nia.

Namun tak berlangsung lama Fahrul kembali marah kepadanya. Kali ini masalahnya bisa dikatakan sangat sepele. Fahrul cemburu dengan driver ojek online yang memboncengi Nia. Nia pun tidak habis pikir dengan sifat dari kekasihnya itu. Dia tidak menyangka bahwasanya masih ada orang seperti Fahrul yang sangat cemburuan bahkan dengan seorang driver ojek online.

Sama seperti sebelumnya setelah diberikan penjelasan panjang lebar akhirnya Fahrul kembali baik kepada Nia. Sebenarnya dia sudah mulai muak dengan sifat dan perilaku dari Fahrul. Tapi karena dia masih mencintai Fahrul Nia terpaksa terus bertahan melanjutkan hubungan mereka. Tetapi Fahrul tidak mau sadar dengan sifatnya itu.

Singkat cerita, masalah yang sama kembali terjadi lagi dan lagi. Kali ini Fahrul menuduh Nia berselingkuh dengan pimpinannya di kantor. Fahrul menuding Nia yang sering menerima panggilan telepon dari pimpinannya itu dianggap malah bermesraan oleh Fahrul. Padahal dia tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan program layanan perbankan.

Puncak kesabaran Nia pun berakhir. Dia tak tahan lagi selalu dituduh berselingkuh oleh Fahrul. Pada momen ini Nia lah yang muak dan mengungkapkan semua emosinya yang selama ini terpendam. Bahkan saking emosinya keluar kata putus dari mulut Nia. Meskipun dalam keadaan emosi namun dia benar-benar ingin putus dari Fahrul. Dia tidak sanggup lagi dengan sifat posesif dari kekasihnya itu.

Mendengar ucapan itu Fahrul sangat terkejut. Dia tidak menyangka Nia berani memutuskan hubungan. Awalnya Fahrul mengira dia hanya dalam kondisi emosi dan tidak serius dengan perkataannya itu. Namun setelah Nia langsung meninggalkan Fahrul barulah dia menyadari keseriusan dari Nia. Fahrul berusaha mengejarnya namun sia-sia.

Bahkan sepanjang hari Fahrul menghubungi Nia untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi sifat buruknya itu. Namun semua panggilan dari Fahrul tidak pernah jawab oleh Nia. Hanya melalui pesan singkat di WhatsApp Nia menulis agar Fahrul tidak mengganggunya lagi. Pesan itu belum dibalas berkali-kali oleh Fahrul, namun pesan itu hanya dibaca saja.

Sambil berbaring di tempat tidur Fahrul menyesal telah sering menuduh Nia berselingkuh. Dia pun berkali-kali memarahi dirinya sendiri yang memiliki sifat terlalu posesif dan cemburuan. Padahal dia merupakan wanita yang hampir sempurna. Selain memiliki paras yang cantik, Nia juga merupakan wanita yang pintar, baik, setia, dan rendah hati.

Dua tahun berlalu Fahrul mendapatkan kabar dari beberapa temannya bahwa Nia seminggu lagi akan melangsungkan pernikahan. Hati Fahrul menjadi hancur berkeping-keping mendengar berita tersebut. Hal itu karena dia masih ingin bersama dengan Nia. Tetapi mimpi dan keinginan itu hanya menjadi sebuah khayalan bagi Fahrul. Di saat Nia sudah melupakannya, Fahrul marah terpuruk mengingat mantan kekasihnya itu. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#Posesif dalam Hubungan