Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cinta Tertambat pada Mbak Barista

Adetio Purtama • Rabu, 16 Oktober 2024 | 06:30 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Cinta jika sudah bertemu dan ditakdirkan, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Buktinya bisa dilihat dari pengalaman yang dialami oleh Bobi (nama samaran). Usia yang terpaut lima tahun dengan pujaan hatinya, Mira (nama samaran) tak menyurutkan langkah dan niatnya untuk meminang wanita cantik dan manis itu. Seperti apa ceritanya?

Bobi dan teman-temannya saat ini sedang sibuk mencari tempat untuk mengerjakan tugas kuliah. Kafe yan biasanya mereka jadikan tempat nongkrong sehari-hari harus tutup karena pemiliknya pindah ke kota lain. Sejak saat itu, Bobi dan lainnya mencari-cari kafe atau tempat duduk yang cocok untuk mengerjakan tugas.

Setelah ke sana dan ke sini, akhirnya salah seorang teman Bobi menemukan sebuah kafe yang cocok dijadikan tempat untuk mengerjakan tugas. Selain berada di kawasan yang tidak padat aktivitas kendaraan, kafe itu juga menjual menu makanan dan minuman yang sangat ramah bagi pengunjung, khususnya mahasiswa.

Sejak saat itu, Bobi dan temannya rutin mendatangi kafe tersebut. Awal nongkrong di sana, kafe itu tidak berarti apa-apa bagi mereka, terutama Bobi. Namun perasaan itu berubah ketika Bobi melihat seorang perempuan cantik dan manis bekerja di kafe itu sebagai barista.

Mungkin tidak hanya bagi Bobi, pesona barista itu ”menyihir” pengunjung laki-laki yang datang ke kafe itu. Bobi seperti menemukan semangat baru dalam dunia percintaannya. Sejak pertama melihat barista itu, Bobi langsung termotivasi untuk mengenal dan mendekatinya.

Setelah beberapa percobaan, akhirnya Bobi mengetahui nama dari barista cantik itu. Mira, itulah namanya. Tak hanya nama, Bobi juga bahkan mengetahui beberapa informasi pribadi dari Mira. Salah satunya usia dari perempuan itu. ternyata usia Mira lebih tua lima tahun dibandingakan Bobi. Namun fakta itu tidak membuat Bobi patah untuk mendekatinya.

Berbagai cara dilakukan untuk mendekati Mira. Di saat Mira sedang istirahat, Bobi mencoba untuk berbicara dengan Mira. Karena Mira adalah sosok wanita yang ramah dan mudah bergaul, dia pun tidak menolak saat diajak berbicara oleh Bobi. Apalagi saat ini Bobi dan temannya sudah menjadi pelanggan tetap kafe tempat dia bekerja.

Beberapa kali Bobi berhasil bercerita panjang lebar dengan Mira. Dari percakapan itu, Bobi merasa Mira sedikit memiliki rasa suka kepadanya. Namun, dia berusaha untuk tidak terlalu percaya diri. Bobi ingin membuktikan bahwa rasa penasarannya kepada Mira terjawab dan bisa menjalin hubungan yang lebih dekat.

Di sisi lain, Mira ternyata menyadari bahwasanya Bobi memiliki perasaan kepadanya. Tetapi dia sedikit tidak percaya bahwa Bobi benar serius kepadanya. Hal itu karena dilihat dari segi usia, ia lebih tua daripada Bobi. Pasti lebih banyak wanita lain yang lebih muda dan didekati oleh Bobi.

Akhirnya karena tak sanggup lagi menahan perasaan, Bobi memberanikan diri untuk menyatakan langsung perasaan sukanya kepada Mira. Di kafe itu saat Mira sedang istirahat, Bobi mengungkapkan rasa cintanya kepada Mira. Mira terkejut mendengar pengakuan itu. Dia sedikit bingung untuk menjawab perasaan yang diutarakan.

Di dalam hati Mira, dia sangat senang Bbi menyukainya. Artinya rasa cintanya kepada laki-laki muda itu tidak bertepuk sebelah tangan. Namun Mira saat ini lebih memilih untuk menjalani hubungan yang lebih serius. Hal itu dia utarakan kepada Bobi. Bobi memaklumi keinginan dari Mira. Apalagi dia merasa dirinya yang masih berstatus sebagai mahasiswa, tidak mungkin melanjutkan hubungan yang lebih serius.

Tanpa pikir panjang, Bobi mengatakan kepada Mira untuk menunggunya lulus kuliah dan diterima bekerja. Bobi menyebut jika nantinya dia sudah mapan, dia akan langsung menikahi Mira. Mendengar keseriusan Bobi itu, Mira langsung menyatakan siap menunggu Bobi sampai nanti dia mapan.

Tanpa terasa, empat tahun sudah berlalu dengan cepat. Selama empat tahun berjalana, usai diwisuda, Bobi langsung diterima bekerja di perusahaan milik negara. Sempat ditugaskan di provinsi lain, akhirnya dia dipindahtugaskan ke kota kampung kelahirannya. Momen yang ditunggu-tunggu Bobi datang. Kesempatannya untuk bertemu Mira terwujud.

Baca Juga: Sempat Disegel, Layanan Kantor Wali Nagari Kembali Normal

Mira saat ini sudah tidak lagi bekerja di kafe sebagai barista. dua tahun lalu, dia diterima bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPP3) di salah satu instansi pemerintahan. Akhirnya, pertemuan yang ditunggu-tunggu terwujud.

Meskipun empat tahun berlalu, wajah Mira masih sama cantiknya seperti pertama kali Bobi bertemunya. Bahkan dia jauh lebih anggun. Begitu juga dengan Bobi. Mira takjub melihat anak muda yang dulu dia kenal sekarang berubah menjadi pria yang memiliki karisma. Keduanya sama-sama salah tingkah ketika bertemu.

Tanpa basa-basi, Bobi langsung mengatakann keinginannya yang sempat tertunda untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan Mira. Tanpa pikir panjang, Mira sangat yakin bahwasanya Bobi adalah jodohyang ditakdirkan untuknya. Akhirnya kedua insan itu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. (adt)

Editor : Adetio Purtama