Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Asam Lambung Naik karena Gengsi

Adetio Purtama • Selasa, 10 Desember 2024 | 09:31 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Di mata teman-temannya, Agus (nama samaran) adalah orang yang tidak mau kalah. Apapun yang dibicarakan atau dilakukan, Agus ingin menjadi orang yang terdepan. Namun sifanya yang tak mau mengalah dan gengsian itu, membawanya ke dalam ”penderitaan” yang amat menyakitkan. Seperti apa ceritanya?

Pascaputus dengan Rina (nama samaran), Agus banyak menghabiskan waktu nongkrong dengan teman-temannya. Hal itu dia lakukan agar bisa melupakan secara perlahan kenangan manis selama masih berpacaran dengan Rina.

Teman-teman Agus juga memaklumi kondisi itu. Daripada dia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik membiarkan Agus aktif dalam tongkrongan. Apalagi menurut mereka, setiap Agus hadir dalam tongkrongan, suasana selalu ramai.

Bagaimana tidak, sifat Agus yang selalu berlagak sok tahu dan sedikit sombong, menjadi candaan tersendiri bagi teman-temannya. Bahkan mereka tidak terlalu mengambil hati ketika Agus mulai berbicara meninggi atau sombong di hadapan teman-temannya.

Singkat cerita, dekat dari rumah Agus, baru dibuka sebuah kafe kopi khas ”anak senja” Mendengar dari review di media sosial, kafe itu sangat pas untuk dijadikan tempat tongkrongan atau basecamp. Agus berencana mengajak teman-temannya untuk mencoba nongkrong di sana.

Setelah mengutarakan keinginannya, teman-teman Agus setuju dengan rencana tersebut. Namun satu dari mereka, yakni Surya (nama samaran) ragu untuk pergi ke sana lantaran dia tidak menyukai kopi karena alasan sakit asam lambung.

Mendengar hal itu, Agus malahan menertawai Surya dan menyebut temannya itu lemah. Tapi teman-teman lain mengatakan untuk datang dulu ke kafe itu, karena mana tahu ada menu minuman lain selain kopi.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kafe. Tiba di sana, ternyata apa yang ditakutkan Surya tidak menjadi kenyataan. Pasanya, banyak beragam jenis minuman selain kopi yang dimiliki oleh kafe tersebut.

Namun di tengah kelegaan Surya itu, sambil percaya diri Agus mengatakan kepada barista kafe itu untuk membuatkannya pesanan kopi paling strong yang dimiliki kafe tersebut. Mendengar pesanan dari Agus, barista tersebut menjelaskan bahwa bagi pelanggan yang memiliki Riwayat asam lambung dianjurkan untuk tidak meminumnya.

Agus sangat paham dan sadar kalau dirinya memiliki Riwayat penyakit asam lambung. Tetapi karena dia telah terlanjur sombong dan gengsi untuk membatalkan pesanan tadi, Agus berbohong kepada barista dan meminta minuman kopi strong tadi sebagai pesanannya.

Setelah memesan pesanan masing-masing, Agus dan teman-temannya langsung menuju tempat duduk yang berada di luar. Bagian outdoor kafe itu dibuat dan didesain senyaman mungkin yang membuat setiap pengunjung sedang berada di taman yang asri dan rindang.

Sekitar 20 menit berlalu, akhirnya semua pesanan makanan dan minuman Agus dan teman-teman sudah ada di atas meja. Mereka satu per satu mulai mencicipi. Mereka sangat terkesan dengan rasa dari french fries kafe itu yang sangat gurih.

Agus pun mulai meminum sedikit demi sedikit kopi yang dipesannya. Dengan layaknya seperti pecinta kopi yang paham dengan jenis dan rasa, Agus mengatakan kopi yang dia minum adalah kopi yang terbaik. Padahal kenyataannya dalam hati Agus menyesal telah memesan kopi yang rasa pahitnya sangat mendominasi.

Baca Juga: Resmi Diluncurkan! Pembaruan Pengelolaan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Tahun 2025

Karena keasyikkan ngobrol, waktu dua jam tak terasa berlalu. Kopi pun telah habis diminum oleh Agus. Namun tiba-tiba dia mulai merasakan tidak enak pada tubuhnya, terkhusus pada bagian perut dan kepala yang seperti mau pingsan.

Rasa gengsi yang masih tinggi, Agus mencoba menahan rasa sakit tersebut agar tidak diketahui oleh teman-temannya. Dia khawatir jika terlihat sakit, maka teman-temannya itu menyebut dirinya lemah dan sakit-sakitan.

Tetapi, rasa sakit yang amat sangat, membuat Agus menyerah. Dia seperti mau pingsan. Dia berteriak minta tolong kepada teman-temannya untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Namun melihat kondisi Agus yang sangat parah, mereka berinisiatif membawa Agus ke rumah sakit terdekat.

Suasana di kafe itu sempat menjadi panik dan tegang. Beruntung salah seorang teman Agus yang datang belakangan membawa mobil, sehingga Agus dibawa ke rumah sakit tidak menggunakan sepeda motor.

Setiba di rumah sakit, Agus langsung masuk ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan langsung ditangani oleh dokter. Tanpa membutuhkan waktu lama, dokter mengatakan bahwasanya penyebab Agus seperti itu adalah karena asam lambungnya naik.

Tanpa dikomandoi, teman-teman Agus secara bersamaan mengatakan kepada dokter penyebab dari naiknya asam lambung Agus adalah karena kopi. Dokter pun langsung menasehati Agus untuk menghilangkan kebiasaan minum kopi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Setelah kondisi Agus berangsur membaik dan diperbolehkan pulang, teman-temannya kemudian menjadikan pengalaman yang dialami Agus sebagai candaan sepanjang perjalanan pulang. Surya mengatakan, apa yang dialami oleh Agus merupakan hasil dari sifat sombong dan gengsi yang tinggi.

Meskipun dijadikan bahan candaan, namun teman-teman Agus tetap peduli dengan menyuruh dan memintanya agar tidak mengkonsumsi kopi lagi di kemudian hari. Agus pun merasa menyesal karena mengedepankan gengsi dan sombong daripada kesehatan diri sendiri. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#kopi #asam lambung