Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tetangga Baru Menyebalkan

Adetio Purtama • Kamis, 8 Mei 2025 | 09:03 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Hampir semua kegiatan yang digelar oleh warga Perumahan Mawar tak pernah dihadiri oleh Ryan (nama samaran) dan istrinya, yang merupakan tetangga Parto (nama samaran). Bahkan tak hanya jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, Ryan dan istrinya juga sering membuat Parto kesal dan marah dengan tingkah laku mereka. Seperti apa ceritanya?

Sejak 1 tahun yang lalu rumah kosong yang berada di samping rumah Parto telah dihuni oleh tetangga baru yakni Ryan. Namun sejak menjadi warga Perumahan Mawar, Ryan dan keluarganya jarang berinteraksi dengan para tetangga dan lingkungan sekitar. Bahkan Parto yang menjadi tetangganya langsung jarang mereka berkomunikasi.

Awalnya Parto dan istri sangat senang kedatangan tetangga baru. Pasalnya sejak dibangun 10 tahun yang lalu oleh pemilik sebelumnya, rumah yang ditempati oleh Ryan saat ini, tidak pernah dihuni oleh siapapun sehingga Parto tidak memiliki tetangga dekat di lingkungannya.

Mengetahui ada orang yang menghuni rumah tersebut Parto berinisiatif untuk memperkenalkan dan mengajak bicara Ryan dan keluarga. Namun kesan pertama yang Parto dapatkan adalah sebuah kekesalan. Sebabnya tidak lain dan tidak bukan karena sikap dan sifat Rian beserta istri yang terlihat sombong dan tidak mau berinteraksi.

Namun Parto masih berprasangka baik. Mungkin tetangga barunya tersebut berkelakuan seperti itu karena belum mengenal dirinya. Tapi seiring berjalannya waktu, sifat dan tingkah laku tetangga barunya tersebut semakin menjadi-jadi dan membuat kesal. Bahkan tak hanya Parto warga lainnya juga merasakan hal itu.

Pernah suatu ketika, Ryan membuang sampah dedaunan pohon mangga yang berada di halaman rumahnya ke halaman rumah Parto. Tak sampai di situ, Ryan sengaja meninggikan jalan di depan rumahnya agar tidak tergenang air. Akibatnya rumah-rumah yang ada di samping dan di depan rumahnya menjadi tergenang ketika hujan turun.

Bahkan dulu pernah ketika warga Perumahan Mawar bergotong-royong membersihkan lingkungan, Ryan dan istri malah pergi menggunakan mobil mereka demi menghindari gotong-royong. Hal itu tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali. Sehingga warga hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka.

Puncak kekesalan warga terjadi ketika ada salah seorang tetangga depan rumah Ryan yang anaknya mengalami panas tinggi. Karena mereka tidak memiliki kendaraan untuk membawa anak itu, tetangga tersebut mencoba meminjam dan memohon agar Ryan mau untuk membawa anak mereka ke rumah sakit.

Namun dengan santai Ryan dan istri menolak dan tidak mau membantu tetangga depan rumahnya itu. Mereka beralasan capek dan tidak bertenaga setelah bekerja seharian. Untung pada saat genting tersebut Parto pulang dari tempat kerjanya dan langsung membawa anak tetangganya tersebut menggunakan mobilnya.

Warga sekitar pun mulai kehilangan simpati kepada Ryan dan istrinya. Bahkan banyak di antara mereka sudah muak dan tidak sudi berkomunikasi dan berinteraksi dengan tetangga baru tersebut. Bahkan mereka berucap tidak akan membantu Ryan kalau mereka sedang kesusahan.

Akhirnya sampai suatu hari Ryan dan istri membutuhkan pertolongan dan bantuan dari para tetangganya. Ular jenis piton sepanjang lebih kurang 5 meter masuk ke dalam halaman rumah mereka. Baik istri maupun Ryan sangat takut dengan ular. Mereka berulang kali berteriak minta tolong kepada siapapun untuk mengusir dan mengevakuasi ular itu.

Namun usaha mereka untuk minta tolong tidak digubris oleh para tetangga. Pada saat itulah Ryan dan istri sadar bahwasanya tetangga mereka tidak sudi menolong karena kelakuan buruk yang telah mereka lakukan selama ini kepada tetangga mereka sendiri. Para tetangga hanya melihat ketakutan mereka dari rumah masing-masing.

Di tengah keputusasaan Ryan dan istri yang bersembunyi di dalam rumah, tiba-tiba Parto dan beberapa warga lainnya datang dan masuk ke halaman rumah Ryan untuk mengusir dan mengevakuasi ular piton tersebut. ”Bersenjatakan” jala pancing, karung, dan peralatan lainnya, akhirnya ular tersebut bisa dievakuasi.

Melihat beberapa tetangga yang masih baik kepadanya Ryan dan istri merasa malu dan bersalah kepada mereka. Ryan sadar bahwasanya Apa yang dia lakukan selama ini kepada lingkungan sekitar adalah perbuatan salah dan tidak terpuji. Ryan pun beberapa kali meminta maaf dan terima kasih kepada Parto dan warga lainnya.

Sejak kejadian itu, keluarga Ryan dan istri berubah drastis. Mereka mulai berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Bahkan setiap kegiatan yang dibuat oleh warga Perumahan Mawar Ryan dan istri selalu hadir dan memberikan kontribusi. Akhirnya Parto benar-benar memiliki seorang tetangga. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#tetangga baru #menyebalkan