Hendro Mama Zahra, anak ketiga dari empat bersaudara ini, dengan bendera Silkie Fam adalah salah satu peternak ayam jenis ini. Ayam yang dipeliharanya memiliki bulu lembut, tak heran warga sering menjuluki ayam bulu kapas.
Berawal tiga tahun lalu. Ketika itu Hendro bersama Marisa Andersi pindah tugas dari Mentawai ke Kota Padang dan memelihara ayam hias mulai dari Pelung, Poland, dan Cemani.
Setelah dua tahun lebih menekuni budidaya unggas hias ini, Hendro kini telah memiliki koleksi sedikitnya 130 ekor ayam American Silkie. Ratusan ayam dengan bulu cantik ini, ia kelompokkan berdasarkan usia untuk memudahkan perawatan dan American Silkie menjual ndak sulit dan orang datang mencari ke lokasi.
Bahkan di tengah pandemi COVID-19, peminat ayam hias dengan bulu-bulu indah menggemaskan ini datang dari Medan, Pekanbaru, Surabaya bahkan luar pulau bahkan sempat dipesan oleh pecinta ayam hias asal negara tetangga seperti Malaysia.
American Silkie memiliki keunikan sifat-sifat yang tidak biasa seperti, kulit dan tulang hitam, cuping telinga biru dan kaki bercakar lima sedangkan ayam lain hanya ada empat cakar setiap kaki
Selain dari tampilan luar yang berbeda, ayam sutra dikenali dengan pembawaan yang tenang dan ramah. Ia adalah ras ayam yang jinak sekali. Ayam betinanya sangat suka mengeram dan pandai menjaga anak. Biarpun bertelur sedikit yaitu sekitar tiga butir seminggu.
Hendro menuturkan awal mula bisa mendapatkan ayam American Silkie dari seorang sahabat. “Saya langsung suka dan jatuh cinta lah sama ayam yang satu ini. Sahabat saya itu paham betul jika saya ini penghobi ayam hias. Karena penampilan ayam kapas ini unik, maka saya disarankan beternak American silkie,“ jelas Hendro sambil memperlihatkan cara memberi pakan, Sabtu (10/4/2021).
Cara merawat dan memelihara ayam American Silkie cukup mudah. Selain pemberian pakan jenis jagung, dedak dan kombinasi sedikit sayuran. Faktor kebersihan kandang juga wajib diperhatikan.
Untuk satu ekor ayam hias Silkie indukan kelas standar, biasa ia jual dengan harga Rp800 ribu. sedangkan yang paling mahal karena bulu dan warnanya istimewa seperti warna putih atau gold, harganya bisa mencapai Rp3,5 juta sampai Rp6 juta per ekor.
Dalam satu bulan, ia mengaku bisa menjual paling sedikit 10 ekor ayam American Silkie bisa dapat omset sampai Rp7,5 Juta. "Hal ini sangat membantu kami di masa pandemi ini dan para peminat yang mengambil di kandangnya umumnya para pecinta ayam hias kontes," ujarnya bangga. (*) Editor : Hendra Efison