Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penjualan Bumbu Masak Sepi, Omzet Pedagang Anjlok Hingga 50 Persen

Novitri Selvia • Senin, 19 Juli 2021 | 10:27 WIB
Sule. (JPG)
Sule. (JPG)
Dua hari menjelang Idul Adha penjualan bumbu masih sepi pembeli. Biasanya ibu rumah tangga sudah mempersiapkan bumbu dapur untuk mengolah daging kurban menjadi hidangan lezat.

Pantauan Padang Ekspres, Minggu (18/7) di Pasar Raya Padang, terlihat beberapa toko penjualan bumbu masih terbilang sepi dari aktivitas jual beli. Hal ini berbanding terbalik dengan Idul Adha tahun sebelumnya.

Owner Toko Barkat, Albasit Akmal, 29 mengatakan penjualan bumbu jelang Idul Adha ini masih terbilang sepi tidak seperti biasanya yang relatif ramai. “Dua hari jelang Idul Adha ini belum ada peningkatan, biasanya kalau dilihat tahun lalu H-5 itu sudah ramai masyarakat yang membeli bumbu. Mungkin karena PPKM darurat ini, mobilitas masyarakat jadi terganggu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, akibat sepinya pembeli, omzet pendagang bumbu pun mengalami penurunan hingga 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. “Karena yang datang itu belinya juga cuma sedikit. Jika ramai, banyak masyarakat yang membeli bumbu seperti bumbu rendang, gulai, sop, soto, opor dan lain-lain,” terangnya.

Akmal menyebutkan, harga bumbu yang dijual relatif bervariasi, tergantung jenis dan banyaknya bumbu yang dipesan, yakni mulai kisaran harga Rp 1.000 hingga puluhan ribu per kilogram.

“Di tempat kami ini melayani pembelian eceran dan partai besar. Kalau eceran dari hari Rp 1-3 ribu, sedangkan partai besarnya Rp 60 ribu per kilogram serta juga bisa bumbunya dibuat sesuai dengan pemintaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga dua hari menjelang Idul Adha belum ada kenaikan harga yang terjadi terhadap bumbu yang dijual di pasaran. “Sampai saat ini kami menjual bumbu masih dengan harga yang stabil, sekalipun nanti permintaan bumbu itu meningkat di pasaran,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan Owner Toko Zamzam, Muhammad Qadri, 39. “Berbeda dengan tahun sebelumnya, biasanya H-7 jelang Idul Adha itu masyarakat sudah mulai membeli bumbu untuk persediaan memasak daging kurban,” bebernya.

Ia menyatakan, di Toko Zamzam menjual berbagai bumbu-bumbu dapur. Mulai dari melayani pembelian eceran hingga grosiran. “Tidak dari Padang saja, di daerah-daerah luar biasanya juga banyak menyetok bumbu di toko kami seperti dari Batusangkar, Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan dan Alahanpanjang,” kata Qadri.

Menurut dia, sejak pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM darurat tersebut, pusat perbelanjaan yang biasanya ramai, sekarang sepi dari hiruk pikuk aktivitas jual beli.

“Kalau dilihat inilah harinya pedagang bumbu, karena akan memasuki Idul Adha. Tapi kenyataan yang mau belanja dari luar kota tidak ada, karena PPKM nggak boleh masuk. Jadi yang dari daerah tidak bisa belanja lagi kesini,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli bumbu, Kasmawati 49 menyebutkan, dirinya hanya membeli bumbu rendang, meskipun tidak membeli daging. “Bumbu-bumbu ini akan dipersiapkan untuk menyambut Idul Adha besok, Insya Allah kami dapat daging kurban tersebut,” pungkasnya. (ran) Editor : Novitri Selvia
#penjualan #bumbu #idul adha