Perang ini memicu permintaan safe haven (investasi yang diharapkan dapat dipertahankan atau meningkat nilainya saat pasar bergejolak). Pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya Selasa (15/3), terlihat setiap toko emas sepi pembeli.
Pedagang Toko Mas Tri Arga, Beni saputra, 30, mengatakan, harga emas 24 karat saat ini berada di angka Rp 2.200.000, dibandingkan sebelumnya berada di angka Rp 2.530.000.
“Sebelumnya harga emas memang naik, tapi tidak berlangsung lama. Namun sekarang sudah turun lagi. Penjualan sepi, meskipun harga sudah turun tapi masih seperti itu saja,” ungkapnya.
Pedagang Toko Emas Sumatera Jaya, Donil, 48, menyampaikan, turunnya harga emas saat ini membuat penjualan di tokonya lumayan ramai.
“Ya lumayan ramai dari sebelumnya yang datang membeli, ada yang beli cincin, kalung, dan lainnya. Sebelumnya pas harga naik banyak yang jual,” katanya.
Saat ini Donil menjual lebih murah dibanding pedagang emas lainnya. Ia menjual emas 24 karat seharga Rp 2.100.000, sebelumnya seharga Rp 2.500.000.
Pedagang Toko Emas H Kinun St. Basa, Deli Hendri, 47, kepada Padang Ekspres, Selasa (15/3) mengatakan, penjualan emas sejak turunnya harga emas bisa dibilang sepi.
“Kalau untuk jumlah pengunjung lumayan banyak, namun sekadar bertanya saja. Kalau untuk yang benar-benar membeli tidak seberapa,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebelumnya saat harga emas naik, bukan pembeli yang banyak tapi pelanggan yang datang untuk menjual perhiasannya.
“Biasanya untuk penjualan memang seperti itu, pelanggan yang datang sesuai kebutuhan, ada yang menjual, ada juga yang membeli,” katanya. (cr4/mg3) Editor : Novitri Selvia