Pantauan Padang Ekspres di lokasi aksi yang berlangung sekitar pukul 09.30 hingga pukul 11.00 tersebut, kelompok ormas yang membawa spanduk yang bertuliskan “Effendi Simbolon Musuh Persatuan & Kesatuan”. Ada juga yang membawa foto Effendi Simbolon dengan tanda silang merah.
Koordinator lapangan dari orasi tersebut, Nofrizal mengatakan Aliansi Cinta TNI Polres Kota Padang dan Sumbar menginginkan Effendi Simbolon meminta maaf secara tertulis kepada institusi TNI, dan juga mereka menginginkan Effendi menemui Panglima TNI.
“Kami meminta Effendi Simbolon datang menemui Panglima TNI dan Kasad, serta meminta maaf kepada ormas-ormas yang ada di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, seluruh ormas yang ada adalah ormas yang telah terdaftar dalam Kesbangpol dan Kemenkum HAM. Sebagai salah satu bagian dari ormas, ia menegaskan bahwa ormas bukanlah suatu gerombolan yang meresahkan negara.
Seharusnya sebagai anggota dewan bahasa yang keluar harus baik tidak mengeluarkan kata-kata dengan penghinaan dan merendahkan.
“Kami berharap kepada seluruh anggota dewan baik pusat maupun daerah, agar bisa menjaga bahasa dan kata-katanya. Jangan sampai membuat gaduh di negara kita ini, untuk itu kita ingin menemui pimpinan DPRD Padang menyampaikan aspirasi kita semua,” tuturnya.
Selanjutnya, Komandan Porpos FKPPI, Aji Wahid yang ikut serta dalam orasi menegaskan seluruh keinginan yang disampaikan tersebut dapat dipenuhi oleh Effendi Simbolon. “Kalau perlu kita ingin dewan kehormatan memecat Effendi Simbolon dari jabatannya sebagai anggota dewan,” tegasnya.
Adapun yang tergabung dalam Aliansi Cinta TNI Polri tersebut adalah ormas seperti FKPPI, Pemuda Pancasila, PPM, LSM LIRA dan lainnya. Setiap ormas yang tergabung dalam orasi tersebut mengenakan atribut masing-masing.
Selama orasi berlangsung, Aliansi Cinta TNI Polri tidak sempat bertemu dengan anggota DPRD Padang. Karena sehari sebelum surat pengajuan orasi dikirim ke DPRD Padang, anggota dewan tengah berada di luar Sumbar dalam jadwal rapat. Kemudian, diketahui Effendi Simbolon pada tanggal 14 September 2022 lalu, telah menyampaikan permintaan maaf kepada TNI. (cr4) Editor : Novitri Selvia