Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Raup Omzet, Penjual Santan dan Kelapa Dikerubuti Pembeli

Novitri Selvia • Jumat, 24 Maret 2023 | 11:11 WIB
MENINGKAT: Pedagang santan dan kelapa parut, Syahrial, membelah kelapa yang ingin diparut, Kamis (23/3).(SARAH AULIA SEPTIHANA/PADEK)
MENINGKAT: Pedagang santan dan kelapa parut, Syahrial, membelah kelapa yang ingin diparut, Kamis (23/3).(SARAH AULIA SEPTIHANA/PADEK)
Berkah bulan Ramadhan sangat dirasakan oleh pedagang santan dan kelapa di Kota Padang. Bagaimana tidak, sejak jelang Ramadhan hingga hari pertama bulan suci tersebut, penjualan santan dan kelapa mengalami peningkatan yang signifikan.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, meningkatnya penjualan santan dan kelapa disebabkan karena selama bulan Ramadhan, masyarakat, khususnya ibu-ibu, cenderung memasak makanan dengan jumlah yang banyak dari kedua bahan tersebut.

Pantauan Padang Ekspres, Kamis (23/3) di Pasar Raya Padang, sejumlah pedagang santan dan kelapa parut semakin dipadati pembeli di hari pertama puasa. Kondisi tersebut membawa berkah tersendiri bagi para pedagang.

Pedagang santan dan kelapa parut di Pasar Raya Padang Syahrial, 48, mengatakan, bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi penjual santan dan kelapa parut. Sebab saat Ramadhan, penjualan santan dan kelapa parut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Saat seperti ini sangat terasa peningkatannya dibanding hari biasanya, meskipun dibandingkan dengan awal Ramadhan tahun lalu, jumlah pembeli sedikit menurun. Mungkin karena ekonomi masyarakat sekarang menurun sehingga lebih menghemat pengeluaran sedangkan kebutuhan selalu saja meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada hari biasa, ia hanya bisa menghabiskan 150 sampai 200 butir kelapa. Tetapi saat memasuki bulan Ramadhan, jumlah kelapa yang terjual bisa mencapai 300 sampai 350 butir kelapa.

“Peningkatan ini memang biasa terjadi saat hari-hari besar seperti memasuki bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, hari Natal dan acara besar lainnya,” tuturnya.

Saat ini harga santan Rp13.000 per kilogramnya. Sedangkan harga kelapa parut Rp6.000 per parutnya. Lalu satu kelapa yang belum diparut atau masih bulat Rp5.500 per butir. Ia menyebut belum ada kenaikan harga untuk santan dan kelapa parut sampai saat ini.

Pedagang santan di Pasar Ulakkarang Candra Gusti, 37, menyebutkan untuk santan dan kelapa parut masih di harga yang stabil dan belum ada kenaikan sama sekali. “Untuk santan yang saya jual masih normal Rp12.000 per kilogramnya, sedangkan untuk kelapa parutnya saya mematok harga Rp 5.000 per satu biji kelapa parut,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini ia bisa menghabiskan 30 sampai 50 per kilogram santan. Peningkatan penjualan santan dan kelapa parut itu biasanya banyak dibeli untuk para produksi kue dan memasak selama Ramadhan.

“Untuk saat ini, santan dan kelapa parut banyak dibeli untuk membuat rendang dan gulai untuk persiapan berbuka puasa dan sahur. Apalagi santan sangat dibutuhkan oleh para pedagang kolak dan kue selama Ramadhan,” jelasnya.

Untuk membantunya berjualan santan dan kelapa parut ini, Candra di bantu beberapa pekerja dengan bagian bagiannya ada yang yang mengupas dan membersihkan kelapa ada juga yang tugasnya mengoprasikan mesin kelapa parut pembuat santan. (cr11) Editor : Novitri Selvia
#pasar raya padang #santan #berkah ramadhan #Pasar Ulakkarang #kelapa